Kuliner

Menjajal Warung Makan Asakan Ambu, Kuliner Sunda dari Resep Otentik Sang Ibunda

×

Menjajal Warung Makan Asakan Ambu, Kuliner Sunda dari Resep Otentik Sang Ibunda

Sebarkan artikel ini
asakan ambu
Asakan Ambu yang berlokasi di Jalan Singosari Timur, Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ingin mencoba sensasi kuliner Sunda dengan suasana hangat seperti di rumah nenek? Asakan Ambu yang berlokasi di Jalan Singosari Timur, Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, menawarkan nuansa itu.

Berbekal resep otentik sang ibunda, Dian Maulidawati Rusli membuka warung makan Sunda bernama Asakan Ambu sejak tahun 2022 silam.

Dian yang merupakan asli Bandung itu mengaku membuka Asakan Ambu karena kesulitan menemukan makanan yang cocok dengan lidahnya.

“Di sini susah banget cari masakan Sunda yang asin, pertama pindah ke Semarang nggak cocok sama makanan sini karena manis-manis,” kisahnya saat beritajateng.tv temui, Jumat, 8 November 2024.

Singkat cerita, di tahun 2021 silam, kepergian sang ayah membuat Dian mengajak sang ibu untuk ikut ke Semarang. Saat itu, untuk mengisi waktu luang selama di Semaeang, Dian inisiatif menjajakan masakan ibunya di media sosial Twitter/X.

BACA JUGA: Viral Cafe-Warung Pas, Warmindo di Belanda yang Sajikan Indomie hingga Masakan Khas Indonesia

Tak disangka, masakan ibu Dian cocok di lidah masyarakat Semarang. Banyak pembeli yang melakukan ketagihan hingga akhirnya ia memutuskan untuk merintis Asakan Ambu.

“Iseng tweet siapa yang mau pre order masakan mama, ternyata viral dan pada repeat order. Sekitar tahun 2022 akhir buka Asakan Ambu ini, untuk Ambu itu panggilan ibu,” jelasnya.

Pertahankan cita rasa asli Sunda

Hingga saat ini, lanjut Dian, Asakan Ambu masih mempertahankan resep-resep otentik sang ibunda. Yakni makanan-makanan yang biasa Dian makan semasa kecil dulu.

Untuk menunya pun adalah menu-menu rumahan yang biasa Ambu masak. Misalnya ayam serundeng, soto Bandung, dan cumi item.

“Paling memorable itu cumi item, benar-bemar ngerasanya seneng banget karena di Bandung cumi susah jadi sekalinya masak itu jadi menu mewah,” beber Dian.

Di sisi lain, Dian tak sendirian merintis Asakan Ambu. Ia dibantu oleh sang suami, Raditya Pamungkas. Raditya mengaku, sebagai orang Semarang, ia cenderung cocok dengan kuliner Sunda masakan sang mertua.

Hal itu pula yang meyakinkan mereka bertiga untuk merintis usaha kuliner Sunda di Kota Lumpia. Tak salah karena kemudian kini banyak orang Semarang yang juga jadi langganan di Asakan Ambu.

“Awalnya banyak orang Jawa Barat karena mereka rindu sama masakan Sunda. Tapi makin ke sini nggak orang Jawa Barat aja,” imbuh Radit.

BACA JUGA: Sensasi Memanjakan Lidah, Kuliner Ikan Jendil di Tepian Bengawan Solo Patut Kamu Coba!

Saat ditanya ada berapa menu, Radit sedikit bingung. Sebab, mereka lumayan sering melakukan eksplorasi menu.

Bahkan, menu tiap harinya bisa terbilang selalu berbeda. Yang pasti ada, kata Radit, adalah ayam serundeng cabe hejo, nasi tutug oncom lauk ayam, cumi cabe ijo, cumi asin kecombrang atau ayam suwir kecombrang.

“Best seller nasi tutug oncom lauk ayam, karena di Semarang nggak ada oncom dan oncomnya pun kita bawa langsung dari Bandung,” ucapnya.

Untuk kisaran harga, Asakan Ambu cukup terjangkau. Mulai dari Rp22 ribu sampai Rp28 ribu saja. Asakan Ambu buka dari hari Selasa hingga Sabtu, pukul 11 siang sampai 8 malam. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp