SEMARANG, beritajateng.tv – Puluhan siswa SD tampak antusias menaiki kendaraan umum kebanggaan masyarakat Jawa Tengah, Trans Jateng atau BRT. Memulai perjalanan dari Ungaran, Kabupaten Semarang, tujuan mereka adalah Kawasan Kota Lama, Kota Semarang.
Puluhan siswa tersebut adalah rombongan dari SDN Bergaskidul 04, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Pendamping sekaligus wali kelas 1, Ayu Budi Setiani, menjelaskan, pihak sekolah sengaja mengajak siswa untuk mengenal kendaraan umum yang tersedia di Jawa Tengah melalui pembelajaran di luar kelas kali ini.
Selain itu, para siswa juga dikenalkan dengan berbagai hal baru, seperti tata cara naik Trans Jateng, peraturan selama di dalam kendaraan umum, hingga tata cara pembayaran.
BACA JUGA: Tanamkan Nilai-Nilai Toleransi, SDN Ngaliyan 03 Semarang Gelar Flashmob Tari Kebhinekaan
“Tadi berangkat dari Ungaran jam 8 pagi menggunakan BRT. Kamu ingin mengenalkan anak bahwasanya alat transportasi di kita itu ada. jJadi pergi ke mana-mana tidak hanya pakai motor atau mobil bersama orang tua saja,” kata Ayu kepada beritajateng.tv, Kamis, 7 November 2023.
Ayu menambahkan, rombongan hari ini terdiri dari kelas 1 dan kelas 2. Sebelumnya, SDN Bergaskidul 04 juga melakukan kunjungan serupa bagi siswa kelas 3 dan kelas 4.
Siswa girang lantaran belum pernah naik Trans Jateng dan ke Kota Lama
Kunjungan tersebut dilakukan guna menumbuhkan keinginan dan kemauan siswa untuk memanfaatkan kendaraan umum dengan semaksimal mungkin.
Apalagi, di antara banyaknya siswa, Ayu tak menampik masih banyak siswa yang tidak tahu dan belum pernah menaiki Trans Jateng. Salah satunya Zahra Almira Berlian, siswa kelas 1.
“Senang sekali bisa naik bus sama teman-teman. Aku juga belum pernah ke Kota Lama,” kata Almira.
Lebih lanjut, para siswa tidak hanya berkeliling di Kawasan Kota Lama. Akan tetapi, mereka juga melakukan kegiatan seru yaitu mewarnai ikom khas Semarang, Warak Ngendog.
Dengan menggunakan media kardus, seluruh siswa diajak untuk praktik menggambar secara langsung. Hal itu, kata Ayu, merupakan bentuk pembelajaran di luar kelas sesuai dengan Kurikulum Merdeka.
“Kita mengenalkan kepada anak bagaimana pembelajaran yang nyata contohnya sepeti ini. Ini juga mengenalkan bahwa menggambar tidak hanya di kertas tapi juga media lain seperti kardus, kain, hingga styrofoam,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





