Kuliner

Nekat Rintis Bisnis saat Pandemi, Anak Muda Ini Sukses Ubah Lapak Sederhana jadi Kedai Jepang

×

Nekat Rintis Bisnis saat Pandemi, Anak Muda Ini Sukses Ubah Lapak Sederhana jadi Kedai Jepang

Sebarkan artikel ini
Snap Story Semarang
Owner Kedai Snap Story, Rori Ardian Putra saat ditemui beritajateng.tv di kedai miliknya, Jumat malam 30 Juli 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pandemi Covid-19 meninggalkan cerita kelam. Tak sedikit pengusaha yang gulung tikar akibat pandemi yang menghantam. Namun tidak bagi pengusaha muda bernama Rori Ardian Putra ini. Alih-alih menunggu situasi normal seperti semula, anak muda asal Kota Semarang itu justru membuka kedai Jepang di Semarang pada tahun 2020.

Di kedai Jepang di Semarang miliknya, beritajateng.tv berbincang soal sepak terjangnya memutuskan terjun ke dunia bisnis. Tak ada yang menyangka jika kedai Jepang bertajuk Snap Story yang ramai pengunjung itu awalnya hanya lapak minuman kecil saja.

BACA JUGA: Bak Hidden Gem, Kuliner Jepang di Sempitnya Jalan Lamper Tengah Semarang Ini Ramai Pengunjung

“Tadinya itu belum gini. Ada makanan Jepang itu akhir 2020. Tahun 2021 awal lah baru jadi Jejepangan. Awalnya minuman aja kayak milkshake, kopi, jus, semua minuman itu aku jual. Tapi abis itu kan customer itu pengennya kenapa nggak ditambahi makanan,“ ucap Rori kepada beritajateng.tv, Jumat malam 28 Juli 2023.

Mengawali dengan bisnis minuman skala kecil, Rori kemudian menyulap garasi rumah tempatnya berjualan menjadi kedai ala negeri Sakura. Ia mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk pembangunan kedai dari hasil jualan pertamanya.

Disinggung terkait kesulitan memulai bisnis saat pandemi, Rori menyebut ia membangun kedai dengan uang secukupnya. Bahkan, ia menjual beberapa barang pribadinya untuk modal berbisnis.

Rori buka bisnis dengan modal minim 

Bukan tanpa alasan bagi mahasiswa lulusan Hukum UNS Solo ini untuk berbisnis di tahun 2020.

“Pengen bangun se riil mungkin tapi belum keliatan kayak gitu karena dananya seadanya. Tadinya juga nggak punya uang jadi nukang sendiri. Memutuskan bisnis pas pandemi itu juga tadinya bingung aja ini ngapain ya. Nyari kerja kan nggak mungkin karena orang pada PHK,” bebernya.

Sebelumnya, Rori sempat menekuni pekerjaan di bidang pariwisata. Pandemi Covid-19 membuatnya harus berhenti sementara dari kariernya, sebab industri pariwisata sangat terpukul pada masa itu.

BACA JUGA: Ajak Bestimu Segera, Resto Jepang Ini Akhirnya Hadir di Semarang, Harga Mulai 15 Ribuan

Hal itu yang kemudian mendorongnya mantap membuka bisnis kedai Jepang. Latar belakang pendidikannya pada bidang hukum tak membuatnya kesulitan menekuni bisnis. Pasalnya, hasrat berbisnis sudah ia miliki sejak SMA.

“Datang pandemi terus aku bingung mau ngapain ya. Aku kan kerjanya jadi guide gitu, wisata wes (sudah) pasti selesai, makanya pulang ke Semarang. Karena aku juga orangnya nggak bisa diem dan pas SMA punya keinginan buka kedai, apa aku mulai aja ya,” paparnya

Ia bercerita, semula Kedai Snap Story hanya punya meja karena ia hanya jualan es teh dan minuman lain.

Sempat jatuh bangun kelola Kedai Jepang di Semarang

Sifat Rori yang tak mudah menyerah membuatnya sukses mengelola bisnis kuliner pada usia muda. Kesuksesannya tentu tak luput dari kisah jatuh bangun yang menerpanya.

Beberapa bulan setelah Snap Story berdiri, ia sempat mencoba peruntungan dengan membuka cabang di Kota Solo. Namun tak berselang lama, ia harus menutup cabang tersebut karena alasan operasional.

“Waktu itu terkendala biaya dan hal operasional lain lah, jadi kita tutup cabang yang Surakarta, semua aset itu dibawa ke Semarang. Yang kedai Semarang kita perbaiki lagi dan jadi seperti Snap Story sekarang,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ekspresikan Kegemaran Terhadap Budaya Pop Jepang, Begini Serunya Cosplay Karakter Favorit

Kecintaannya terhadap budaya Jepang juga mengarahkannya berbisnis kuliner ala negeri Sakura ini. Berbagai kudapan seperti takoyaki, okonomiyaki, hingga hashimaki menjadi andalannya. Apalagi, anak muda ini juga memiliki hobi memasak.

“Memang hobi masak, jadi eksperimen menu menu Jepang ini jadi makin mudah. Ini juga aku dibantu adik-adik buat jalanin bisnis. Bener-bener mandiri lah,” ungkap Rori.

Tak lupa, Rori berpesan kepada anak muda untuk tidak ragu jika ingin menekuni dunia bisnis. Baginya, kegagalan dalam dunia bisnis adalah hal biasa.

“Kalau gagal kan hal biasa ya, yang paling penting sebenarnya itu komitmen kita buat eksekusi dan nggak mudah menyerah. Tekun itu juga penting banget dalam berbisnis,” pungkasnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp