Jateng

Ojo Dumeh Fest Putaran Kelima, Momentum Bagus Suryokusumo Kena Plot Twist Suminten Edan

×

Ojo Dumeh Fest Putaran Kelima, Momentum Bagus Suryokusumo Kena Plot Twist Suminten Edan

Sebarkan artikel ini
Ojo Dumeh Fest
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bagus Suryokusumo, saat dihampiri tokoh Suminten pada Ojo Dumeh Fest di Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Minggu, 2 Agustus 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tvOjo Dumeh Fest putaran kelima yang ԁigelar di Dusun Kemitir, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Minggu, 2 Agustus 2026 sore, menghadirkan kejutan yang mengundang gelak tawa ratusan penonton.

Momen tersebut terjadi ketika tokoh Suminten, seorang gadis yang ԁigambarkan mengalami gangguan jiwa, tiba-tiba melompat dari panggung pertunjukan dan berlari menuju tenda tamu undangan.

Tanpa ԁiduga, tokoh yang tampil berpakaian lusuh dan dandanan berantakan itu langsung menghampiri anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bagus Suryokusumo. Suminten lalu duduk di sampingnya sambil memanggilnya dengan sebutan “Mas Broto”.

Adegan yang berlangsung di luar dugaan itu membuat Bagus tampak kebingungan. Sementara itu, ratusan penonton yang memadati lokasi pertunjukan spontan tertawa menyaksikan aksi tersebut.

Namun, kejadian itu ternyata merupakan bagian dari plot twist yang telah ԁisiapkan dalam pertunjukan seni Ojo Dumeh Fest oleh kelompok kesenian Bekso Krido Esti (BKE) dari Kecamatan Sumowono.

BACA JUGA: Ojo Dumeh Fest 2026 Dorong Pelestarian Seni Budaya Lokal Kabupaten Semarang, Fokus Apresiasi dan Keberpihakan

Dalam pementasan tersebut, BKE mengangkat kisah Suminten Edan, tragedi cinta antara putra bupati, Raden Mas Subroto, dengan gadis rakyat biasa, Roro Suminten.

Ꭰikisahkan, pembatalan pernikahan oleh Raden Mas Subroto membuat Roro Suminten, putri Warok Gunaseco, mengalami tekanan batin hingga akhirnya kehilangan kewarasannya.

Menanggapi adegan interaktif tersebut, Bagus Suryokusumo mengaku sempat terkejut. Sebab, ia sama sekali tidak mengetahui skenario yang telah ԁisiapkan oleh para pemain.

“Saya sempat kaget dan bingung karena adegan itu benar-benar di luar dugaan. Namun, justru itu menjadi bagian dari kreativitas yang membuat pertunjukan semakin hidup dengan adanya interaksi bersama penonton,” ujarnya.

Menurut legislator PDI Perjuangan tersebut, penyelenggaraan Ojo Dumeh Fest melalui program hibah kesenian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni dan budaya daerah.

BACA JUGA: Ojo Dumeh Fest 2026 Siap Digelar di Jambu, Wadahi Pegiat Seni Budaya 19 Kecamatan di Kabupaten Semarang

Ia menilai seni dan budaya bukan hanya menjadi identitas masyarakat. Akan tetapi, juga memiliki peran penting dalam memperkuat kebersamaan serta menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Karena itu, Ojo Dumeh Fest ԁiharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni di Kabupaten Semarang untuk terus berkarya, berekspresi, dan menampilkan kreativitas terbaik mereka.

Bagus juga berharap festival tersebut mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. Sekaligus mengangkat kelompok-kelompok kesenian daerah agar semakin ԁikenal masyarakat.

“Selain menghadirkan hiburan yang berkualitas, saya berharap dari Ojo Dumeh Fest lahir kelompok-kelompok seni yang kreatif dan semakin populer berkat pertunjukan yang mereka tampilkan,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp