Jateng

Pemprov Turun Tangan atas Penolakan Gereja di Banjarsari Solo, Ahmad Luthfi: Toleransi Jateng Itu Bagus

×

Pemprov Turun Tangan atas Penolakan Gereja di Banjarsari Solo, Ahmad Luthfi: Toleransi Jateng Itu Bagus

Sebarkan artikel ini
Gereja Solo
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat dijumpai di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Kamis, 18 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, buka suara terkait polemik penolakan rencana pembangunan gereja di wilayah Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Sebelumnya, rencana pembangunan gereja di RT 4 RW 7, Kelurahan Banyuanyar mendapat penolakan dari sejumlah warga yang mengatasnamakan 𝖽iri Koordinator Umat Islam Banyuanyar (KUIB).

Penolakan tersebut tertuang dalam surat yang mereka layangkan kepada Wali Kota Solo, Kementerian Agama, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Solo.

Menanggapi hal itu, Luthfi mengatakan penyelesaian persoalan tersebut menjadi ranah FKUB sebagai wadah yang menangani persoalan kerukunan umat beragama.

“Itu [ranah] FKUB ya,” ujar Ahmad Luthfi singkat saat beritajateng.tv jumpai di kawasan Simpanglima, Kota Semarang, Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menegaskan kondisi toleransi antarumat beragama di Jawa Tengah selama ini berjalan dengan baik.

BACA JUGA: Pencuri Alat Musik Gereja di Boyolali dan Semarang Ditangkap, Cari Gereja Mewah Lewat Google Maps

Sebab itu, Luthfi meminta seluruh pihak mengedepankan 𝖽ialog dan mekanisme yang telah tersedia apabila muncul perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

Menurutnya, setiap persoalan yang berkaitan dengan kehidupan beragama perlu 𝖽isikapi secara hati-hati agar tidak memicu kesalahpahaman di masyarakat. “Jadi toleransi di Jawa Tengah itu adalah bagus,” terangnya.

Selain menyerahkan proses penyelesaian kepada FKUB, Luthfi mengaku Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengirim tim dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk melakukan klarifikasi di lapangan.

Langkah tersebut 𝖽ilakukan guna memperoleh informasi yang utuh terkait polemik yang berkembang di masyarakat. Ia menambahkan, tim dari Kesra Pemprov Jawa Tengah saat ini juga telah bergerak untuk menelusuri duduk persoalan yang sebenarnya.

Kini, Pemprov Jawa Tengah menunggu hasil klarifikasi dari FKUB dan tim Kesra sebelum menentukan langkah lanjutan terkait polemik tersebut.

“Kalau ada penolakan maka FKUB kita kedepankan. Kemudian dari Kesra kami sudah kerahkan ke sana untuk melakukan klarifikasi,” pungkas Luhtfi.

Pemkot Solo Sebut Penolakan Gereja Bermula dari Kesalahpahaman Sosialisasi