SEMARANG, beritajateng.tv – Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengungkap strategi klubnya dalam mempertahankan pemainnya, Haykal Alhafiz, yang juga bek kiri Timnas Indonesia U-23.
Di tengah gelombang eksodus pemain yang melanda PSIS, mereka berhasil menjaga Haykal Alhafiz di tengah godaan tawaran dari klub-klub elite selama bursa transfer.
Haykal (23) menarik perhatian banyak pihak setelah penampilan gemilangnya bersama Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2023.
BACA JUGA: Jarang Mainkan Boubakary Diarra di 3 Laga Uji Coba PSIS Semarang, Gilbert Agius Bilang Begini
“Tahun lalu, siapa yang tahu Haykal? Sekarang, klub besar mengincarnya,” ucap Yoyok.
Sebelum menjadi sorotan, Haykal Alhafiz memulai kariernya di Persebaya Surabaya U-20, membantu timnya memenangkan Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 2019.
Mulanya, nama Haykal kurang masyhur lantaran hanya bermain di kasta kedua bersama Persikab Kabupaten Bandung.
Sayangnya, perjalanan kariernya saat di Persikab terhenti akibat mandeknya Liga 2 2022-2023 setelah Tragedi Kanjuruhan.
Dalam bursa transfer kali ini, Yoyok mencatat setidaknya dua hingga tiga klub dari jajaran elite Liga 1 yang berusaha mendatangkan Haykal Alhafiz dengan tawaran mencapai Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
Namun, PSIS tetap teguh pada keputusannya untuk tak menjual pemain asal Sidoarjo tersebut.
BACA JUGA: Rencanakan Laga Uji Coba Lagi, Gilbert Agius Bakal Terapkan Skema Baru PSIS dengan Formasi 3-4-3
“Saya katakan, ‘No, no, no. Not for sale’. Coach Gilbert sangat menyukai Haykal,” tegas Yoyok.
Keputusan ini berdasarkan kebutuhan PSIS untuk mempertahankan kualitas tim. Terutama, setelah kehilangan bek kiri andalan, Giovani Numberi, yang hijrah ke Persis Solo.
Haykal Alhafiz menjadi salah satu pemain kunci dalam proyeksi pelatih Gilbert Agius untuk menghadapi Liga 1 2024/2025. (*)





