SEMARANG, beritajateng.tv – Polrestabes Semarang masih mendalami laporan dugaan pengancaman yang menyeret Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva. Saat ini, laporan tersebut masih berstatus aduan dan penyidik telah memeriksa pelapor.
Kasus ini bermula dari laporan dari seorang pengusaha karaoke yang menempati lapak di Pasar Dargo, Sumardiono Edy. Setelah membuat laporan dan menyerahkan rekaman kepada polisi pada Kamis, 11 Juni 2026, Edy memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik Polrestabes Semarang.
Perkara tersebut mencuat setelah akun Instagram @infosemarangduaempatjam mengunggahnya.
“Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno da Silva, dilaporkan atas dugaan pengancaman oleh pedagang Pasar Dargo, Sumardiono Edy,” tulis akun tersebut.
Dalam unggahan itu, ada laporan soal Aniceto setelah proses mediasi terkait persoalan hak kios dan ganti rugi proyek di kawasan Pasar Dargo.
“Peristiwa itu, kabarnya, terjadi saat proses mediasi mengenai persoalan hak kios dan ganti rugi proyek di kawasan Pasar Dargo. Alih-alih menjadi ruang mencari solusi, mediasi tersebut justru dugaan kuat berubah menjadi situasi yang membuat pedagang merasa tertekan hingga akhirnya memilih menempuh jalur hukum,” tulis akun tersebut.
BACA JUGA: Pon Terakhir Jelang Iduladha, Perdagangan Sapi di Pasar Hewan Ambarawa Melonjak
Menanggapi laporan itu, Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang. Namun, menurutnya, laporan tersebut masih berupa aduan.
“Sifatnya baru aduan, saudara M menyampaikan terkait adanya ancaman yang dilakukan oleh dugaannya dari Kadis,” kata Riki saat dihubungi wartawan pada Rabu, 17 Juni 2026.
Ia menjelaskan, penyelidikan masih berlangsung sehingga kepolisian belum dapat mengungkap secara rinci pokok persoalan yang menjadi dasar pelaporan.
“Kita masih harus cek saksinya, kemudian yang disampaikan nanti seperti apa. Kalau misalnya sudah dilakukan gelar, kemudian penyidikan, itu harus kita cek dari ahli bahasa juga,” ujarnya.





