Amoy menambahkan, sebagai bentuk fasilitasi awal, Dinas Perdagangan Kota Semarang telah membantu perbaikan televisi milik Edy yang rusak. Yakni dengan biaya sekitar Rp2 juta sambil menunggu pembahasan lanjutan antara kedua pihak.
Ia juga mengakui sempat mengucapkan kalimat berbahasa Jawa dalam pertemuan tersebut yang kemudian menjadi persoalan.
“Saat itu mungkin karena kebiasaan atau spontan saya ngomong, ‘kowe ngadek tak tebas’ [kamu berdiri saya tebas]. Yang jadi persoalan, pada saat itu Pak Edy enggak ada masalah karena teman baik,” katanya. (*)
Editor: Farah Nazila





