Hukum & Kriminal

Putusan Praperadilan Wali Kota Semarang Mbak Ita Digelar Besok, Terkait Status Tersangka dari KPK

×

Putusan Praperadilan Wali Kota Semarang Mbak Ita Digelar Besok, Terkait Status Tersangka dari KPK

Sebarkan artikel ini
KPK Jemput | Ita Luar Negeri | Putusan Praperadilan Ita | KPK Ita | KPK Semarang Kota
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita), saat hadir di gedung KPK, Kamis, 1 Agustus 2024. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sidang putusan praperadilan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita, bakal berlangsung besok Selasa, 14 Januari 2025 pukul 14.00 WIB di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Agenda ini Hakim Jan Oktavianus umumkan setelah menerima dokumen kesimpulan dari Mbak Ita sebagai pemohon dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai termohon.

“Setelah kedua belah pihak [Mbak Ita dan KPK] menyerahkan kesimpulan, sidang akan berlanjut dengan putusan,” kata Hakim Jan, Senin, 13 Januari 2025.

BACA JUGA: Iswar Aminuddin Akui KPK Periksa Atas Kapasitasnya Sebagai Ketua TAPD

Hakim menambahkan, pembacaan putusan akan berlangsung pukul 14.00 WIB, setelah jam istirahat selesai. Hakim memastikan persiapan dokumen untuk putusan hampir selesai dan akan siap pihaknya bacakan sesuai jadwal.

“Besok siang kita mulai jam 14.00,” tambahnya.

Sidang hari ini seharusnya beragendakan pembacaan kesimpulan dari masing-masing pihak. Namun, baik Mbak Ita maupun KPK hanya menyerahkan dokumen kesimpulan tanpa membacakannya di ruang sidang.

BACA JUGA: Dua Daerah di Jawa Tengah KPK Geledah Terkait Kasus Korupsi DJKA Kemenhub, KPK Sita Aset Senilai Rp27 M

Setelah itu, Hakim langsung menutup sidang setelah menyampaikan jadwal berikutnya.

Mbak Ita sebelumnya KPK tetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi, suap dalam pengadaan barang dan jasa, serta pemotongan insentif pegawai terkait retribusi daerah di lingkungan Pemkot Semarang.

BACA JUGA: Mbak Ita Mohon Doa Selepas Pemeriksaan, KPK Bakal Panggil Kembali untuk Minta Klarifikasi Lagi

Tidak terima dengan status tersebut, ia menggugat KPK melalui praperadilan di PN Jakarta Selatan dengan nomor perkara 124/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL.

Dalam gugatan itu, Mbak Ita meminta hakim menyatakan bahwa Sprindik Nomor Sprin.Dik/103/DIK.00/01/07/2024 tidak sah dan layak dibatalkan. Ia berharap hasil praperadilan ini dapat mengakhiri status tersangka yang KPK jatuhkan kepadanya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp