Jateng

Rencana 9 Kawasan Industri Baru di Jateng Dikritik, Kholik: Berisiko Percepat Alih Fungsi Lahan Tanam

×

Rencana 9 Kawasan Industri Baru di Jateng Dikritik, Kholik: Berisiko Percepat Alih Fungsi Lahan Tanam

Sebarkan artikel ini
Kawasan Industri Baru
Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Abdul Kholik, usai menghadiri Rapat Koordinasi bertajuk "Jawa Tengah Lumbung Pangan Nasional" di Kantor DPD RI Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat, 6 Maret 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan mengajukan sembilan kabupaten/kota sebagai kawasan industri baru yang mayoritas berada di wilayah selatan.

Langkah tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sampaikan usai menerima Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI di Kompleks Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat, 20 Februari 2026.

Daftar Rencana Kawasan Industri Baru di Jawa Tengah

Luthfi menyebut sejumlah daerah yang masuk dalam rencana tersebut antara lain Blora, Sragen, dan Banyumas. Ia menegaskan kawasan industri baru tidak berada di Pantura, melainkan terfokus di wilayah selatan Jawa Tengah.

“Blora. Kemudian, Sragen, Banyumas, mana lagi? Lupa saya, pokoknya semua lah,” ujar Luthfi merespons soal lokasi sembilan kawasan industri tersebut.

Saat menanggapi apakah ada kawasan industri baru di Pantura, Luthfi menjawab tegas bahwa pembangunan tersebut hanya ada di Jawa Tengah bagian selatan.

“Di Pantura enggak ada, cuman ada di kawasan selatan,” tegasnya.

BACA JUGA: Anggap Program Gentengisasi Terobosan, Mardiono: Kita Kembalikan Industri dan Ekonomi Kerakyatan

Dalam hematnuya, pengembangan kawasan industri menjadi peluang untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

“Kawasan industri menjadi peluang untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi baru, sehingga ada 9 kabupaten/kota kita yang nanti akan mengajukan menjadi kawasan industri untuk dikawal oleh Komisi VII. Karena ini penting, begitu kawasan industri itu muncul maka secara tidak langsung ekonomi baru akan terbarukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, jenis industri yang akan dikembangkan menyesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. “Macam-macam tergantung wilayah, tergantung potensi wilayahnya,” kata Luthfi. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp