HeadlinePeristiwa

Satpol PP Jaring 24 PGOT dan ODGJ di Semarang Jelang Libur Nataru 2024

×

Satpol PP Jaring 24 PGOT dan ODGJ di Semarang Jelang Libur Nataru 2024

Sebarkan artikel ini
Satpol PP PGOT Semarang
Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) terjaring Satpol PP Kota Semarang di sejumlah ruas jalan protokol, Kamis 21 Desember 2023. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil menjaring puluhan (PGOT) pengemis, gelandangan dan orang tua terlantar di sejumlah jalan protokol kota Semarang.

Yustisi PGOT tersebut merupakan upaya menertibkan dan menjaga estetika kota jelang Natal dan Tahun Baru 2024.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, satu tim Satpol PP terjun melakukan yustisi PGOT dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di beberapa ruas jalan.

“Pagi ini kami kerahkan satu tim untuk yustisi PGOT dan ODGJ. Operasi ini mulai berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tadi,” ujar Kasatpol PP di Mako Satpol PP usai yustisi, Kamis 21 Desember 2023.

Menurutnya, rute penyisiran Satpol PP yakni mulai dari Jalan Karangayu, Jalan Indraprasta, Imam Bonjol, Kota Lama dan Dr. Cipto Semarang.

“Baru sekitar 30-40 menit kita sudah dapat 24 PGOT. Namun karena kita bawa hanya satu truk dan telah penuh. Akhirnya kami kembali ke Mako untuk selanjutnya pendataan,” katanya.

Saat tiba di Markas Komando (Mako) Satpol PP, petugas langsung melakukan pendataan para PGOT.

“Setelah kami data, ternyata muka baru semua. Dan sudah kami peringatkan ke keluarganya. Apabila kedua kalinya masih menjadi PGOT dan menggelandang di kota Semarang. Maka akan kami bawa ke rehabilitasi sosial (Resos) Solo, biar dapat pembinaan tiga bulan,” bebernya.

“Dari 24 orang yustisi, 3 adalah orang gila (ODGJ). Yang gila, oleh Dinas Sosial akan kami masukkan ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa),” sebutnya.

Satpol PP Kota Semarang Jaring PGOT

Fajar mengaku pihaknya akan rutin melakukan yustisi PGOT. Terlebih menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2024 yang mungkin semakin banyak PGOT.

“Kami akan terus lakukan rutin yustisi. Minggu depan kami bawa minimal akan bawa dua truk untuk menyisir. Sebenarnya, fokus kami di Pahlawan dan Banjir Kanal Timur namun belum kami sentuh harus kembali ke Mako karena sudah penuh truknya,” jelasnya.