Kesehatan

Seribu Anak TK dan Orang Tua Hadiri Edukasi Pencegahan Stunting di Semarang

×

Seribu Anak TK dan Orang Tua Hadiri Edukasi Pencegahan Stunting di Semarang

Sebarkan artikel ini
Seribu Anak TK dan Orang Tua Hadiri Edukasi Pencegahan Stunting di Semarang
Kegiatan edukasi mengenai pencegahan stunting yang berlangsung di Balairung UPGRIS Semarang pada Minggu, 8 Desember 2024. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak seribu anak taman kanak-kanak (TK) bersama orang tua mereka menghadiri kegiatan edukasi mengenai pencegahan stunting yang berlangsung di Balairung UPGRIS Semarang pada Minggu, 8 Desember 2024.

Edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pencegahan stunting melalui kolaborasi berbagai pihak.

Kegiatan inisiasi PT Ikapharmindo Putramas Tbk ini mengambil tema “Indonesia Bebas Stunting Bersama Kamulvit B12”. Dalam acara ini, anak-anak turut berpartisipasi dalam flashmob dan seminar kesehatan yang membahas pencegahan stunting.

BACA JUGA: Pentaskan Lakon “Where the Cross is Made”, Teater Gema UPGRIS Kritik Pola Asuh Obsesif Ortu ke Anak

Marketing Manager OTC PT Ikapharmindo Putramas Tbk, Roni Syamson, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan salah satu inisiatif besar perusahaan di Semarang dengan melibatkan lebih dari seribu peserta.

“Kegiatan ini adalah wujud komitmen Kamulvit B12 dalam mendukung pemenuhan gizi yang tepat sebagai langkah preventif terhadap stunting,” jelas Roni.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua, pemerintah, dan tenaga kesehatan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan stunting.

Kolaborasi Bersama

Acara ini melibatkan kolaborasi dengan akademisi UPGRIS, tenaga kesehatan dari RS Columbia Asia, serta Dinas Pendidikan Kota Semarang. Para pakar memberikan edukasi terkait pentingnya pemenuhan gizi dan nutrisi untuk keluarga.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk menekan angka stunting sehingga generasi penerus bangsa dapat tumbuh dengan lebih sehat dan berkualitas,” tambah Roni.

Dr. Mulyono, SpA(K), spesialis anak dari RS Columbia Asia, menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus mulai sejak dini, bahkan pada remaja.

“Memperbaiki pola makan, mencegah pernikahan dini, dan menghindari kehamilan pada usia terlalu muda atau tua adalah langkah penting,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya konsumsi makanan bergizi seimbang selama kehamilan serta pemberian MPASI yang tepat kepada bayi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rachmat, menekankan bahwa pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan orang tua sangat vital dalam pencegahan stunting.

“Program seperti pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri telah dilaksanakan sebagai upaya pencegahan stunting mulai dari remaja,” ungkapnya.

Product Manager OTC PT Ikapharmindo Putramas Tbk, Ni Nyoman Rahayu, menambahkan bahwa Kamulvit B12 mendukung pertumbuhan tulang dan gigi anak-anak. “Kamulvit B12 mengandung multivitamin dan mineral penting untuk anak usia satu tahun ke atas, dengan dosis satu sendok takaran untuk satu kali sehari,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, lanjut dia, harapannya kesadaran masyarakat akan bahaya stunting terus meningkat. Dengan target untuk menurunkan angka stunting di Indonesia, yang saat ini telah mencapai 13 persen, lebih jauh lagi. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp