SEMARANG, beritajateng.tv – Himpunan Mahasiswa Program Sarjana Sastra Jepang (Hikari) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menggelar festival budaya Jepang, Bunkasai.
Tahun ini, Bunkasai Udinus mengusung tema ‘Kibou no Hikari’ dan berlangsung selama dua hari, 22 hingga 23 Juni 2024.
Ketua Panitia, Mahanael Ega Kharisma, menjelaskan, festival ini merupakan upaya pihaknya dalam mengenalkan jurusan Sastra Jepang ke masyarakat luas. Sekaligus, untuk mengenalkan budaya Jepang kepada masyarakat umum.
“Melalui Bunkasai, kami mengajak masyarakat untuk bisa diimplementasikan budaya Jepang langsung melalui Bunkasai,” ujar Ega, Minggu, 23 Juni 2024.
BACA JUGA: Mahasiswa Udinus Lestarikan Gamelan dengan Teknologi AI
Selain itu, lanjutnya, kesempatan ini juga menjadi peluang bagi mahasiswa Udinus untuk megembangkan softskill mereka, terutama yang berkaitan dengan budaya Jepang.
Ega menambahkan, kehadiran cosplayer nasional, Nekonoi Katsu, menjadi guest star puncak menjadi pembeda Bunkasai tahun ini.
Selain itu, pengunjung juga dihibur dengan berbagai pertunjukan seperti Bunka Performance yang menampilkan Soran Bushi hingga omikoshi.
“Kami juga menyuguhkan berbagai lomba yang dapat peserta ikuti, seperti dance, seiyuu, fanart, coswalk, coscomp, anisong, dan lomba band,” sambungnya.
Ajak masyarakat dalami kebudayaan Jepang
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Udinus, Raden Arief Nugroho, menambahkan, Bunkasai Udinus merupakan salah satu festival Jepang yang terkenal di tingkat nasional. Pasalnya, festival ini telah diadakan sejak tahun 2009 dan selalu menyajikan sesuatu yang baru setiap tahunnya.
Tahun ini, pelaksaaan Bunkasai bahkan menunjukkan peningkatan signifikan. Hal itu terbukti dari jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 1.000 tiket.
BACA JUGA: Inovasi Baru, Mahasiswi Udinus Ciptakan Bandeng Asap Tanpa Bakar! Sedap dan Lebih Sehat
“Dengan adanya acara seperti Bunkasai, harapannya semakin banyak masyarakat Indonesia yang tertarik dan mendalami kebudayaan Jepang, serta menjalin hubungan yang lebih erat antara kedua negara,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Bunkasai Udinus menjadi sarana bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk tidak hanya belajar tentang bahasa dan budaya Jepang secara teori. Akan tetapi, juga mengimplementasikannya langsung melalui berbagai sajian aktivitas. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





