SEMARANG, beritajateng.tv – Magumi Avrora, seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang berhasil menelurkan inovasi baru. Ia berhasil menciptakan produk bandeng asap tanpa harus dibakar.
Megumi sapaannya, mengakui jika tren kesehatan sangat dominan di era sekarang. Semakin banyak masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kesehatan, tak terkecuali saat mengonsumsi sesuatu.
Lalu, ia juga sadar jika Kota Semarang terkenal dengan ikan bandeng sebagai oleh-oleh khasnya. Oleh karena itu, ia lantas mencoba berinovasi mengolah ikan bandeng dengan nilai kesehatan tinggi. Tercetuslah Bandeng Asap Cair.
“Keunggulannya, asa Bandeng Asap Cair itu autentik bandeng asap. Tapi dalam pengasapannya tidak lagi menggunakan metode pengasapan tradisional,” katanya saat beritajateng.tv hubungi, Jumat, 7 Juni 2024.
BACA JUGA: Keren! Hobi Rakit, Dokter Muda asal Undip Ini Koleksi Lebih dari 30 Gundam
Metode yang ia gunakan dalam proses pengasapan adalah pengasapan modern tanpa asap. Artinya, Bandeng Asap Cair jelas lebih ramah lingkungan dan sehat bagi tubuh.
Selain itu, lanjut Megumi, produknya menggunakan bahan bandeng premium cabut duri. Sehingga menjadi lebih praktis untuk dikonsumsi.
“Kita pakai larutan asap cair yang mana metode ini lebih ramah lingkungan dan menghasilkan produk yang lebih sehat,” tekannya.
Semangat kompetisi yang tinggi
Perempuan kelahiran Magelang itu memang memiliki passion penuh terhadap jurusannya. Terbukti, Megumi benar-benar aktif memanfaatkan semua kesempatan dan peluang yang ada di dunia perkuliahan dengan baik.
Misalnya, ia pernah mengikuti kegiatan Wirausaha Merdeka (WMK). Ia bahkan berhasil lolos pendanaan investor, dengan produk Bandeng Asap Cair ini. Selain itu, dengan produk yang sama, Megumi juga lolos pendanaan dalam kegiatan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Tidak hanya itu, Megumi juga pernah menyabet juara 1 pitching kategori FnB pada entrepreneur hub oleh Kemenkop dan juara 1 Jingle Kesehatan Tingkat Nasional pada Lomba Nasional Global Publik Health and Climate.
“Awalnya memang disarankan oleh dosen untuk ikut lomba-lomba. Namun, lama-lama jadi senang ikut perlombaan-perlombaan,” ucap perempuan kelahiran 2002 itu.
BACA JUGA: Geluti Public Speaking, Erie Tan Jadikan MC sebagai Seni dan Terapi Diri: Healing dengan Mikrofon
Saking seringnya mengikuti perlombaan, baik tingkat regional dan nasional, Megumi pernah mendapat beasiswa 100 persen. Yang mana, ia tak perlu membayar sepeserpun untuk biaya perkuliahan selama 1 semester.
“Intinya apapun latar belakang pendidikan, asalkan berani mencoba dan berusaha, jangan takut berwirausaha,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





