SEMARANG, beritajateng.tv – ‘Sekolahku memang dekat, lima langkah dari rumah’, sebuah penggalan lirik lagu yang cocok untuk siswa baru SMAN 1 Semarang 2024/2025, Muhammad Hanif Fathurohman.
Bagaimana tidak? Mendaftar lewat jalur zonasi, Hanif bisa dikatakan ‘auto lolos’ lantaran kediamannya hanya berjarak 120 meter saja. Alias, rumah Hanif berada tepat di belakang SMAN 1 Semarang.
Saat beritajateng.tv temui usai daftar ulang pada Kamis, 4 Juli 2024, Hanif mengaku namanya berada pada peringkat dua di Jurnal PPDB.
BACA JUGA: Lolos Jalur Zonasi, 130 Calon Siswa Daftar Ulang di SMAN 1 Semarang
Selain karena jarak rumah yang dekat, nilainya yang tergolong tinggi membuat posisinya aman tanpa khawatir harus terpental atau tergeser seperti calon peserta didik (CPD) yang lainnya.
“Jarak rumah saya 120 meter, paling terdekat lah. Peringkat dua di jurnal dengan total nilai rata-rata 88,06. Jadi aman, gak sempat terpental,” ujar Hanif.
Laki-laki lulusan SMPIT Mutiara Hati Semarang tersebut mengaku, kakaknya merupakan alumni di SMAN 1 Semarang.
Selain karena rumahnya yang sangat dekat, Hanif mengaku alasannya memilih SMAN 1 Semarang karena menyukai lingkungannya.
“Selain itu ya suka sama lingkungannya, terus kakak dulu alumni sini juga,” bebernya.
Akui ada kerabat ‘titip KK’ agar lolos SMAN 1 Semarang
Rumah Hanif yang dekat dengan SMAN 1 Semarang membuatnya pernah ikut praktik titip KK di tahun sebelumnya.
Ia mengaku, pada tahun lalu, kerabatnya pernah menitip nama dalam KK Hanif. Alhasil, kerabat Hanif itu pun lolos dalam seleksi PPDB jalur zonasi di tahun sebelumnya.
Sayangnya, Hanif mengaku praktik seperti itu tak dapat dilakoni lagi oleh kerabat maupun saudara jauhnya. Ia menyinggung adanya minimal umur KK yang mulai berlaku pada PPDB 2024/2025.
“Dulu kan gak harus nunggu 3 tahun, sekarang kan harus nunggu 3 tahun baru bisa. (Kerabat yang menitip di KK) sekarang kelas 10, sudah tahun kemarin masuk sebelum ada aturan,” ungkap Hanif.





