Jateng

Trauma Usai Keluarga Gantung Diri, Anak 8 Tahun di Kebumen Dalam Pengawasan UPTD PPA

×

Trauma Usai Keluarga Gantung Diri, Anak 8 Tahun di Kebumen Dalam Pengawasan UPTD PPA

Sebarkan artikel ini
Video AI | Ilustrasi prostitusi anak. (um-surabaya.ac.id)
Ilustrasi siluet perempuan. (Foto: um-surabaya.ac.id)

KEBUMEN, beritajateng.tv – Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun berinisial AAW kini mendapatkan pendampingan khusus dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kebumen setelah mengalami trauma berat akibat peristiwa tragis yang merenggut nyawa ibu dan adiknya.

AAW menjadi saksi langsung kejadian memilukan tersebut di rumahnya di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, pada awal Januari 2026. Sejak saat itu, kondisi psikologis anak tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Pelaksana Tugas Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi L, mengatakan saat ini AAW tinggal bersama pamannya dan berada dalam pengawasan intensif tim pendamping anak. Pemantauan berlangsung secara berkala untuk memastikan pemulihan mental sekaligus pemenuhan hak-hak dasar anak.

“Kami rutin melakukan kunjungan dua hari sekali. Fokus kami memastikan kondisi psikologisnya stabil, hak pendidikan tetap terpenuhi. Serta lingkungan pengasuhan yang aman bagi anak,” ujar Arum saat beritajateng.tv konfirmasi melalui telepon pada Sabtu, 17 Januari 2026.

BACA JUGA: Alami Trauma, Murid SMPN Korban Bullying di Blora Masih Belum Masuk Sekolah

Menurut Arum, perkembangan psikologis AAW menunjukkan perbaikan daripada beberapa hari setelah kejadian. Namun, trauma masih kerap muncul, terutama ketika anak tersebut mengingat peristiwa malam nahas itu atau harus berinteraksi dengan orang yang belum ia kenalnya.

“Secara umum kondisinya membaik, tapi masih ada rasa takut dan sedih. Kalau bertemu orang baru atau ditanya soal kejadian, dia masih perlu pendampingan dari keluarga atau petugas,” jelasnya.

UPTD PPA menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi AAW dalam jangka panjang, mengingat trauma yang korban alami tergolong berat karena melibatkan anggota keluarga inti.

Terkait ibu korban berinisial AA, Arum membenarkan bahwa yang bersangkutan merupakan orang tua tunggal setelah berpisah dengan suaminya sekitar dua tahun terakhir. Namun, pihaknya belum dapat memastikan latar belakang persoalan keluarga tersebut.

“Kami belum bisa memastikan penyebab pastinya. Tidak ada laporan kekerasan dalam rumah tangga sebelumnya, dan berdasarkan informasi, keluarga di kenal baik-baik saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, peristiwa tragis mengguncang Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, setelah seorang ibu dan anaknya ditemukan tewas gantung diri di dalam rumah. Polisi menduga faktor ekonomi menjadi pemicu utama kejadian tersebut.

BACA JUGA: Viral Bullying Siswa SMP Negeri di Blora, Pihak Sekolah Akui dan Mediasi, Korban Trauma-Luka Fisik

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Seorang ibu berinisial AA (44) mengajak kedua anaknya, AT (5) dan AAW (8), untuk mengakhiri hidup bersama dengan cara gantung diri di kusen pintu rumah.

AAW menjadi satu-satunya yang selamat setelah menolak ajakan ibunya dan berhasil melarikan diri ke rumah pamannya untuk meminta pertolongan. Aparat kepolisian memastikan saat ditemukan, korban berada dalam satu ruangan, namun anak sulung tersebut berhasil menyelamatkan diri.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis keluarga dan lingkungan sekitar. Serta tidak ragu mencari bantuan apabila menghadapi tekanan berat dalam kehidupan. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp