Jateng

Warga Resah, Rumah Dinas Kosong di Semarang Terkesan Horor hingga untuk Transaksi Narkoba

×

Warga Resah, Rumah Dinas Kosong di Semarang Terkesan Horor hingga untuk Transaksi Narkoba

Sebarkan artikel ini
Rumah Dinas Kosong
Penampakan rumah dinas di Kelurahan Bojongsalaman yang kosong dan terbengkalai, Rabu, 16 April 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Keberadaan belasan rumah dinas di Kelurahan Bojongsalaman, Semarang Barat, yang kosong dan terbengkalai menimbulkan keresahan bagi warga sekitar.

Selain merusak estetika lingkungan, rumah-rumah kosong itu juga kerap disalahgunakan untuk aktivitas yang mengganggu ketertiban masyarakat.

Ketua RT 1 RW 9, Okky Tavianto, mengungkapkan sebanyak 19 rumah dinas yang berada di wilayahnya telah lama kosong, tepatnya sejak tahun 2021 silam. Sejak saat itu, muncul berbagai persoalan baru.

BACA JUGA: Belasan Rumah Dinas di Semarang Terbengkalai Aset Sitaan Negara? Ini Kata Ketua RT

“Dampak yang paling kami rasakan selain lingkungan terkesan angker. Rumah dinas yang kosong ini pernah disalahgunakan jadi tempat transaksi narkoba, basecamp gangster dan orang-orang pacaran yang mau berbuat mesum,” ungkap Okky saat beritajateng.tv temui, Rabu, 16 April 2025.

Okky mengungkapkan, sebelum rumah-rumah tersebut kosong, kompleks RT 1 RW 9 memiliki penguni sekitar 60 Kepala Keluarga (KK).

Namun, sejak pengosongan rumah dinas, kini penghuninya hanya tersisa 33 KK. Sementara belasan rumah dinas itu dibiarkan kosong tanpa penghuni.

Warga takut keluar malam melewati rumah dinas kosong

Keresahan terkait keberadaan rumah dinas kosong itu juga warga lainnya rasakan. Salah satunya oleh Nini Purtayanti. Ia mengaku setiap mengadakan kegiatan warga seperti posyandu atau pertemuan kader, sebagian besar peserta meminta agar kegiatan selesai sebelum malam.

“Ibu-ibu sering minta pulangnya jangan terlalu malam, sebelum magrib harus selesai. Mereka takut lewat rumah-rumah kosong itu, padahal sebenarnya tidak ada apa-apa,” ungkap Nini.

Lebih jauh, Okky pun merasa khawatir apabila kondisi rumah-rumah kosong tersebut nantinya bisa mengundang perhatian para kreator konten yang ingin menjadikannya sebagai latar konten horor. Pasalnya, ia tidak ingin kesan angker di lingkungannya semakin melekat.

BACA JUGA: Film Horor Komedi Rumah Dinas Bapak Hadirkan Teror Realistis dari Kisah Nyata

“Saya merasa terganggu orang yang mau bikin konten horor. Khawatirnya kesan di masyarakat, lingkungan yang saya tempati serem. Padahal saya mau menghilangkan kesan horor tersebut,” tegas Okky.

Okky pun berharap pihak terkait segera mengambil tindakan, baik dengan melakukan pembersihan secara berkala maupun merehabilitasi bangunan yang rusak.

Bila tak memungkinkan kembali menjadikannya tempat hunian, ia menyarankan agar rumah dinas itu dirobohkan dan dijadikan fasilitas umum yang bermanfaat bagi warga sekitar. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp