SEMARANG, beritajateng.tv – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Uswatun Hasanah, angkat bicara perihal kesalahan penulisan aksara Jawa di plang nama kantor tersebut.
Uswatun pun berterima kasih pada pihak yang pertama kali mengunggah soal kesalahan penulisan itu di media sosial. Permintaan maaf itu Uswatun ungkap saat beritajateng.tv jumpai di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 5 Maret 2025 sore.
“Saya ucapkan terima kasih atas pencermatan semua pihak terkait dengan tata tulis itu. Memang menjadi bagian dari tugas kita untuk mengawal dan mengawasi, salah satunya adalah kesalahan dalam melakukan penulisan aksara jawa itu. Jadi yang mencermati pasti yang paham,” ungkap Uswatun.
Uswatun menegaskan, pihaknya sudah menindak lanjuti kesalahan itu dengan mencopot aksara jawa pada plang nama kantor.
Agar tak mengulang kesalahan yang sama, ia mengaku akan melibatkan ahli untuk pemasangan aksara Jawa selanjutnya.
“Atas kesalahan itu kami mengaku khilaf dan hari ini sudah diturunkan untuk nanti kami tindak lanjuti dengan pembenahan yang benar dan melibatkan ahlinya,” tegas dia.
Uswatun tak begitu ingat kapan aksara Jawa itu terpasang. Ia memperkirakan tulisan itu sudah terpasang sejak 2021 atau 2022.
“Mungkin 2021 atau 2022, lali [lupa] aku. Salah karena human error ya,” bebernya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan cek seluruh plang gedung beraksara Jawa
Kendati begitu, Uswatun memastikan sebelum pemasangan aksara Jawa itu, pihaknya sudah berkonsultasi dengan ahli budaya.
Namun, ia mengaku salah lantaran tak melakukan verifikasi kepada pihak yang bersangkutan.
“Pastinya pas menuliskan itu sudah konsulitasi dengan orang yang pintar nulis jowo, tapi karena yang tanya tidak tahu, coba misalnya ‘ini seperti apa’. Kesalahannya kita gak lakukan verifikasi ke sumber yang lain,” ungkap dia.
BACA JUGA: Usai Viral, Perbaikan Papan Nama Aksara Jawa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Berlangsung
Atas kejadian itu, Uswatun akan mengevaluasi plang nama kantor yang bertuliskan aksara Jawa lainnya.
“Semua tulisan di tempat publik yang ada tulisan aksara Jawanya itu segera kami cek, evaluasi, dan benahi. Selain Disdik nanti dicek semuanya, di sekolah, museum, dan taman budaya,” pungkas dia. (*)
Editor: Farah Nazila





