Jateng

Aliansi Semarang Menggugat Bakal Gelar Aksi Indonesia Gelap Besok, Ribuan Orang Diperkirakan Hadir

×

Aliansi Semarang Menggugat Bakal Gelar Aksi Indonesia Gelap Besok, Ribuan Orang Diperkirakan Hadir

Sebarkan artikel ini
demo semarang | UU Pilkada
Keranda yang dibawa oleh Aliansi Masyarakat Kota Semarang Menggugat pada aksi unjuk rasa yang berlangsung di Jalan Pahlawan, Kamis, 22 Agustus 2024 siang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tvAliansi Semarang Menggugat bakal menggelar aksi Indonesia Gelap di Kota Semarang, pada Selasa, 18 Februari 2025 besok.

Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kuat Nursiam mengatakan, aksi Indonesia Gelap merupakan bentuk kemarahan rakyat atas kondisi yang sedang terjadi di Indonesia belakangan ini.

Tak tanggung-tanggung, ribuan mahasiswa dan masyarakat sipil se-Kota Semarang diperkirakan akan ikut hadir dalam aksi tersebut.

“Aksi ini bentuk amarah besar, jadi kemungkinan bakal banyak kegiatan. Kurang lebih ada 16 lembaga, masing-masing sedikitnya 100 orang per lembaga. Ada estimasi 1.600 orang ikut aksi hesok,” kata Kuat kepada beritajateng.tv, Senin, 17 Februari 2025.

Kuat menyebut, aksi Indonesia Gelap bermula dari kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah secara ugal-ugalan. Banyak ranah-ranah yang berkaitan dengan masyarakat yang terpotong. Termasuk di pendidikan.

BACA JUGA: Gandeng Media Massa, Sekretariat DPRD Jateng Gelar FGD Bangun Demokrasi dan Parlemen Modern

Oleh karenanya, mahasiswa dari sejumlah kampus di Semarang memutuskan untuk turun ke jalan untuk mengkritisi kebohakn efisiensi anggaran tersebut.

Mulai dari Unnes, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), UIN Walisongo, dan lainnya.

“Bentuk kemarahan hari ini karena melihat terkait efisiensi anggaran pemerintah yang sangat nggak jelas. Terutama ranah pendidikan banyak sekali anggaran-anggaran yang dipotong,” kata dia.

Dua tuntutan utama terkait efisiensi anggaran dan kabinet gemuk

Lebih lanjut, Kuat membeberkan ada dua poin tuntutan utama dalam aksi Indonesia Gelap besok. Yang pertama ialah menuntut pemerintah untuk mencabut kebijakan efisiensi anggaran.

Pasalnya, ia menilai jika kebijakan efisiensi anggaran yang tertuang dalam Inpres No 1 Tahun 2025 tidak berpihak pada rakyat.

“Kami dengan tegas menuntut pemerintah mencabut atau melakukan kembali bentuk evaluasi dari inpres. Instruksi presiden ini terlalu berlebihan,” katanya.

Kemudian, Aliansi Semarang Menggugat juga menuntut evaluasi Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut mereka, kabinet yang berisi 54 kementerian/lembaga terlalu gemuk.

“Yang kedua, evaluasi secara besar-besaran Kabinet Merah Putih. 54 kementerian/lembara setera menteri tidak efektif. Anggarannya terlalu besar,” sambungnya.

BACA JUGA: Kontroversi Efisiensi Anggaran, FX Sugiyanto: Pentingnya Studi sebelum Memangkas Anggaran

Terkait lokasi aksi Indonesia Gelap esok hari, Kuat belum bisa membeberkan tempat pastinya. Hal itu demi menghindari kebocoran.

“Tempatnya sudah ada tapi kami ingin menjaganya. Yang pasti Semarang ingin pola-pola yang berbeda. Sasaran kita di pemerintah daerah untuk bisa menyalurkan tuntutan ke pemerintah pusat,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp