Politik

“Anak Saya Dipukuli di Toilet Sekolah”, Curhat Ibu Korban Bullying Saat Mengadu ke Fraksi PDIP Semarang

×

“Anak Saya Dipukuli di Toilet Sekolah”, Curhat Ibu Korban Bullying Saat Mengadu ke Fraksi PDIP Semarang

Sebarkan artikel ini
"Anak Saya Dipukuli di Toilet Sekolah", Curhat Ibu Korban Bullying Saat Mengadu ke Fraksi PDIP Semarang
Orang tua korban bullying mengadu ke Fraksi PDIP Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang murid sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Semarang diduga mengalami perundungan berujung luka fisik pada tubuhnya. Perundungan (bullying) berupa pengeroyokan itu terjadi oleh tiga kakak kelas korban di toilet sekolah swasta Kota Semarang.

Kasus ini terungkap oleh ibunda korban, Ristia saat mengadu ke Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang, Rabu, 17 Juni 2026.

Di hadapan sejumlah anggota dewan, perempuan itu menceritakan penderitaan yang putranya KA alami, akibat perundungan dan pengeroyokan oleh tiga kakak kelasnya di lingkungan sekolah.

KA merupakan salah satu pelajar SMP swasta di Kota Semarang yang menjadi korban perundungan (bullying) oleh kakak kelasnya. Sejumlah luka memar bahkan membekas di tubuhnya.

Dengan suara bergetar, Ristia mengisahkan bagaimana putranya pulang membawa luka fisik dan trauma yang masih membekas hingga kini.

Setiap detail cerita yang keluar dari mulutnya seolah menggambarkan kembali peristiwa yang ingin ia hapus dari ingatan.

“Saya hanya ingin anak saya mendapatkan keadilan. Tidak ada orang tua yang siap melihat anaknya pulang dengan tubuh penuh luka seperti itu,” ujar Ristia sambil menahan tangis.

BACA JUGA: Dugaan Bullying Siswa SMP di Semarang Mengarah ke Satu Terduga Pelaku, Polisi Gunakan UU Perlindungan Anak

Menurut pengakuannya, Azka mengalami memar di berbagai bagian tubuh. Luka tersebut terlihat di kepala, wajah, dada, perut, tangan hingga kaki.

Beberapa bagian tubuh bahkan tampak membiru akibat benturan yang kuat dugaan terjadi saat insiden berlangsung.

Di hadapan anggota Fraksi PDIP DDPRD Kota Semarang Ristia juga menunjukkan sejumlah foto kondisi putranya pasca bullying.

Gambar-gambar itu memperlihatkan bekas luka yang menurutnya menjadi bukti bahwa sang anak mengalami kekerasan fisik yang serius.

Tak hanya soal dugaan perundungan, Ristia juga menyoroti komunikasi dari pihak sekolah yang menurutnya terlambat menyampaikan informasi insiden kepada keluarga.

Kondisi tersebut membuatnya merasa tidak mendapatkan penjelasan secara cepat mengenai apa yang sebenarnya terjadi kepada anaknya.

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak anak-anak lain alami. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman untuk belajar dan tumbuh,” katanya.

Kedatangan Ristia langsung anggota Komisi D DPRD Kota Semarang dari Fraksi PDI Perjuangan terima. Mereka di antaranya adalah Michael, Lely Purwandari, dan Kusrin.

Anggota dewan tersebut mendengarkan seluruh kronologi yang keluarga korban sampaikan, sekaligus menerima berbagai dokumen dan bukti pendukung.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Michael, menegaskan pihaknya akan mengawal proses penyelesaian kasus tersebut hingga tuntas. Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Kami memandang persoalan ini sangat serius. DPRD melalui Komisi D akan turun langsung untuk memperoleh informasi yang utuh dan memastikan hak-hak korban mendapatkan perlindungan,” ujar Michael.

Ia mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah terkait untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan langkah penanganan yang dilakukan terhadap korban maupun terduga pelaku.

Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak terkait. Termasuk aparat kepolisian, Dinas Pendidikan Kota Semarang, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

“Kami ingin proses ini berjalan transparan. Semua pihak harus mendapatkan ruang untuk menyampaikan keterangan. Tetapi yang paling penting adalah memastikan korban memperoleh perlindungan dan keadilan,” katanya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp