SEMARANG, beritajateng.tv – Usulan penambahan 12 kawasan industri baru di Jawa Tengah mulai mencuat untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, di sisi lain kesiapan tenaga kerja di sejumlah daerah masih menjadi catatan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Ahmad Aziz, mengungkap masih terdapat enam kabupaten/kota di Jawa Tengah yang belum memiliki Balai Latihan Kerja (BLK).
Aziz menjelaskan, BLK menjadi salah satu instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk untuk mendukung pengembangan kawasan industri di berbagai daerah.
Ia menuturkan, jumlah BLK di Jawa Tengah yang ԁimiliki pemerintah pusat ada dua yang lokasinya di Semarang dan Solo. Sementara yang berada di bawah naungan provinsi ada empat, serta di 29 kabupaten/kota.
BACA JUGA: Program Rumah Buruh di Jateng Dipercepat, Hunian Diprioritaskan Dekat Kawasan Industri
“BLK di Jawa Tengah itu kalau yang punyanya pemerintah ada BLK pusat, ada dua, di Semarang dan Solo. Kemudian BLK provinsi ada empat, di Klampok, Cilacap, dan di Semarang ada dua. Lalu BLK kabupaten/kota itu ada 29,” ujar Aziz saat beritajateng.tv hubungi, Minggu, 3 Mei 2026.
Meski jumlah BLK cukup banyak, Aziz menyebut masih ada sejumlah daerah yang belum memiliki fasilitas pelatihan kerja tersebut. “Hanya enam kabupaten yang belum punya BLK,” imbuhnya.
Menurutnya, keberadaan BLK sangat penting untuk menyiapkan sumber daya manusia agar siap masuk ke dunia industri, terutama di tengah rencana pengembangan kawasan industri baru di Jawa Tengah.
“Nah, ini bagian untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan yang ada di daerah-daerah tersebut. Termasuk untuk menangkap potensi kawasan industri, termasuk sekolah vokasi dalam hal ini SMK-SMK dan perguruan tinggi vokasi,” jelasnya.





