SEMARANG, beritajateng.tv – Akses hunian layak bagi buruh di Jawa Tengah mulai diperluas melalui program rumah subsidi dengan target nasional pembangunan tiga juta rumah. Program ini tidak hanya menawarkan pembiayaan ringan, tetapi juga mengutamakan lokasi perumahan yang dekat dengan kawasan industri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Ahmad Aziz, menyampaikan bahwa sosialisasi program telah dilakukan kepada serikat pekerja agar informasi terkait akses perumahan bisa segera diteruskan kepada anggota.
“Program ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk buruh. Kami sudah mengundang ketua serikat pekerja agar informasi terkait syarat dan mekanisme bisa segera terpahami,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat, 1 Mei 2026.
Menurut Aziz, skema pembiayaan dalam program ini memberikan berbagai kemudahan daripada kredit perumahan pada umumnya. Mulai dari bunga yang lebih rendah hingga sejumlah keringanan biaya yang biasanya menjadi beban awal pembelian rumah.
“Beberapa komponen biaya dibuat lebih ringan, bahkan ada yang tidak dibebankan. Tujuannya agar cicilan tetap terjangkau bagi buruh,” jelasnya.
BACA JUGA: Buruh Jateng Desak Pembentukan Satgas PHK, Antisipasi Dampak Krisis Global
Salah satu fokus utama dalam program ini adalah penentuan lokasi pembangunan perumahan. Pemprov Jateng mendorong pengembang untuk membangun hunian di titik-titik yang dekat dengan pusat industri, berdasarkan data konsentrasi tenaga kerja.
Langkah ini ternilai penting agar pekerja tidak perlu menempuh perjalanan jauh setiap hari, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di jalan.
“Kami minta data wilayah dengan jumlah buruh tinggi, supaya pembangunan perumahan bisa dekat dengan tempat kerja kawasan industri,” katanya.
Meski merupakan bagian dari program nasional, Pemprov Jateng memastikan akses terhadap program ini tetap terbuka luas. Selama pekerja memenuhi kriteria sebagai masyarakat berpenghasilan rendah dan pengembang siap menyediakan unit, maka peluang untuk memiliki rumah tetap tersedia.
“Prinsipnya kita sosialisasikan lebih dulu. Ketika sudah siap, program ini bisa langsung buruh manfaatkan,” tegas Aziz.
Sekitar 5.000 Rumah Buruh di Jateng
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, akan ada sekitar 5.000 hunian untuk buruh di Jawa Tengah.
“Kita realisasikan, itu kan kita jabarkan. Nanti akan kita petakan. Kalau tidak salah 5.000 datanya termasuk rusun,” ucap Luthfi usai menemui buruh di aksi May Day.
“Nanti kalau sudah final Jawa Tengah jatahnya buruh kita sosialisasikan kita yang kita dapatkan kita berikan,” lanjutnya.
BACA JUGA: Temui Buruh Saat May Day, Gubernur Ahmad Luthfi: Buruh Tidak Hanya Alat Produksi
Sebelumnya, sosialisasi program ini juga telah terlaksana dalam forum dialog antara Gubernur Jawa Tengah dengan serikat pekerja pada 27 April 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan May Day.
Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan skema pembiayaan rumah subsidi dengan bunga rendah dan tenor panjang, sehingga ternilai lebih terjangkau bagi buruh.
Melalui program ini, pemerintah berharap kesejahteraan buruh tidak hanya ditingkatkan dari sisi upah, tetapi juga dari akses terhadap hunian layak dan terjangkau di dekat tempat kerja. (*)
Editor: Farah Nazila






