TREMBANG, beritajateng.tv – Sebuah kabar gembira datang bagi Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Arsip Jaringan Dagang Batik Tulis Lasem Awal Abad 20 (1900-1940) telah ditetapkan sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) oleh Arsip Nasional Indonesia (ANRI).
Bupati Rembang, Abdul Hafidz, menerima langsung penghargaan ini dari Kepala ANRI di Hotel Mercury Samarinda pada Rabu, 29 Mei 2024 kemarin. Penetapan MKB ini merupakan bentuk penghargaan atas nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam arsip batik Lasem.
Arsip ini tidak hanya mencerminkan perjalanan industri batik Lasem, tetapi juga menjadi bukti kekayaan budaya bangsa Indonesia.
BACA JUGA: 1.000 Milenial Membatik, Pecahkan Rekor MURI ke-7 Pemkab Rembang
Eksistensi batik tulis Lasem di era terkini
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, mengungkapkan harapannya bahwa penetapan ini dapat meningkatkan popularitas batik Lasem di kancah nasional dan internasional.
“Dengan pengakuan ini, batik tulis Lasem semakin terkenal sebagai khasanah budaya Lasem. Kita harapkan batik ini semakin banyak pembelinya. Produksinya pun meningkat, dan kesejahteraan para pengrajin batik juga semakin terjamin,” tuturnya, Kamis 30 Mei 2024.
Lebih lanjut, Sholchan juga menjelaskan bahwa batik tulis Lasem merupakan batik tertua di Jawa yang tercatat di MKB. Hal ini semakin memperkuat identitas batik Lasem sebagai warisan budaya yang tak ternilai.
Arsip Jaringan Dagang Batik Lasem sendiri memuat informasi yang kaya tentang sejarah ekonomi, sosial, dan seni kreatif batik Lasem. Di dalamnya terdapat data tentang jaringan dagang dan pembelian alat batik dari berbagai daerah, seperti lilin dari Atapupu Timor dan kain dari Surabaya dan Solo.
Selain itu, arsip ini juga berisi 73 teks berupa surat, telegram, dan foto dari perusahaan batik Lasem Liem Kioe An yang beroperasi antara tahun 1922 hingga 1940. Dokumen-dokumen ini memberikan gambaran tentang luasnya jaringan dagang batik Lasem yang menjangkau hingga Sumatera dan Sulawesi.
Penetapan Arsip Jaringan Dagang Batik Lasem sebagai MKB merupakan langkah penting dalam pelestarian budaya bangsa. Harapannya dengan pengakuan ini, batik Lasem dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





