SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak delapan saksi diperiksa polisi terkait penemuan mayat laki-laki berinisial DKP (21) di Reservoir Siranda, Kota Semarang. Polisi juga telah melakukan Visum et Repertum sebagai bahan petunjuk penyelidikan.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyebut saksi yang diperiksa berasal dari berbagai latar belakang, mulai satpam klub malam dekat lokasi reservoir hingga keluarga korban.
“Harapannya dari hasil visum tersebut akan menjadi petunjuk bagi penyidik untuk mengungkap kasus ini. Saat ini [saksi] terdiri dari satpam, keluarga, dan temannya yang saat itu sedang merayakan acara malam dengan yang bersangkutan,” jelas Artanto, Jumat, 22 Agustus 2025.
Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Terakhir Korban
Artanto mengungkap, penyidik menemukan petunjuk penting dari rekaman CCTV. Dari hasil pemeriksaan, korban ternyata tidak datang sendirian, melainkan berboncengan motor dengan dua orang lainnya alias ‘cengtri’ atau bonceng tiga.
“Dari hasil CCTV korban datang boncengan tiga, korban duduk di tengah, kemudian yang bersangkutan turun, karena posisi masih sempoyongan, [korban] mau naik motornya lagi, tapi teman yang lain menolaknya, teman yang berdua itu. Akhirnya korbannya di tinggal oleh temannya yang boncengan tadi,” jelas Artanto.
BACA JUGA: PDAM Tegaskan Terakhir Pemakaian Air ke Pelanggan dari Reservoir Siranda Pada 5 Juli Selama 8 Jam
Setelah ditinggal, korban terlihat berusaha masuk ke sebuah rumah di sekitar lokasi. Namun upaya itu gagal.
“Korban berusaha naik pagar rumah, berusaha naik namun tidak berhasil karena posisi mungkin sempoyongan, tidak mampu untuk konsentrasi naik pagar. Akhirnya menghilang, berputar, menghilang dari CCTV. Nah, setelah itu sudah tidak ada lagi informasi perkembangan tentang yang bersangkutan,” jelas Artanto.
Karena korban tidak kunjung pulang, kata Artanto, pihak keluarga akhirnya melapor ke polisi. Penyidik lalu menelusuri rekaman CCTV di sekitar Reservoir Siranda.
“Pihak kepolisian kemudian berusaha mencari selama beberapa hari. Kemudian kita telusuri juga dari CCTV yang ada, akhirnya ditemukanlah bahwa yang bersangkutan terakhir posisinya ada di CCTV yang ada di TKP dekat reservoir ini,” imbuhnya.
Belum Ada Kepastian Tanda Kekerasan di Tubuh Korban
Penyisiran polisi akhirnya berbuah hasil. Artanto mengungkap, Anggota Resmob melihat ke dalam reservoir dan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Dan kemudian penyidik atau tim resmob berusaha menyisiri, berputar di salah satu anggota kita melongok ke dalam reservoir tersebut. Ternyata di dalam itu ada korban. Dan akhirnya itu sudah ditemukan lah korban di dalam reservoir tersebut dan langsung dilakukan evakuasi terhadap mayat tersebut,” ujar Artanto.
Mengenai hasil otopsi, polisi masih menunggu keterangan resmi dari tim dokter forensik.
“Saat ini masih kita menunggu hasil otopsinya karena secara resmi belum ada dari dokter. Kita masih menunggu dan tentunya ini menjadi bahan penyelidikan bagi penyidik untuk mengungkap bagaimana penyebab yang bersangkutan itu bisa meninggal dunia atau bisa masuk ke dalam reservoir ini,” ucapnya.
BACA JUGA: Soroti Jasad di Reservoir Siranda, Dewan Ajak Warga Tetap Tenang Minta PDAM Perbaiki SOP Pengamanan
Artanto menegaskan, sejauh ini belum ada kepastian apakah kondisi tubuh korban terdapat tanda kekerasan.
“Nah, ini dari hasil visum. Kita belum mendapatkan,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





