Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah utama. Penularan virus Nipah dapat terjadi dari hewan ke manusia, melalui makanan yang terkontaminasi, maupun dari manusia ke manusia, terutama di fasilitas kesehatan.
“Buah-buahan yang sudah tergigit kelelawar sebaiknya tidak dikonsumsi. Hindari juga kontak dengan hewan ternak di wilayah yang berisiko,” ujar Hakam.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai benteng utama pencegahan penyakit menular.
“Cuci tangan sebelum makan, gunakan masker bila perlu, dan jaga kebersihan. Itu langkah sederhana tapi sangat penting,” ucapnya.
Dinas Kesehatan Kota Semarang telah melakukan sosialisasi kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Puskesmas, rumah sakit, hingga laboratorium telah memiliki bekal informasi mengenai gejala dan prosedur penanganan jika terdapat kasus suspek.
“Teman-teman Puskesmas, rumah sakit, dan faskes lainnya sudah mengikuti sosialisasi dari Kementerian Kesehatan. Mereka sudah paham apa yang harus mereka lakukan jika menemukan kasus,” jelas Hakam.
Dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan Kota Semarang juga akan memperluas edukasi hingga ke tingkat kecamatan dengan melibatkan lintas sektor.
“Bulan ini saya akan keliling ke 50 kecamatan dan bertemu lintas sektor. Kami akan sampaikan langsung terkait kewaspadaan virus Nipah agar informasi sampai ke masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





