Jateng

SPPG Purwosari 1 Bantah Siswi SMAN 2 Kudus Meninggal Akibat MBG: Hoaks, Penyakitnya Lain

×

SPPG Purwosari 1 Bantah Siswi SMAN 2 Kudus Meninggal Akibat MBG: Hoaks, Penyakitnya Lain

Sebarkan artikel ini
Hoaks Siswi Kudus Meninggal
Tim medis serta ambulans siap siaga di SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, sewatu terjadi dugaan keracunan MBG. (Foto: ANtara/Akhmad Nazaruddin Lathif)

KUDUS, beritajateng.tv – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari 1 membantah kabar hoaks siswi SMAN 2 Kudus meninggal yang mencatut nama Rizza Meiliana Azzahara.

Informasi menyesatkan tersebut mengaitkan kematian siswi SMAN 2 Kudus itu dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya memastikan bahwa narasi yang beredar pada media sosial tersebut merupakan berita bohong.

Kepala SPPG Purwosari 1, Nasihul Umam, memberikan penjelasan mendalam guna meredam keresahan masyarakat luas saat ini.

Ia menekankan bahwa fakta medis menunjukkan penyebab wafatnya almarhumah ialah penyakit kronis yang sudah menahun.

BACA JUGA: Dinas Pendidikan Jateng Beberkan Kronologi Keracunan di SMAN 2 Kudus: Siswa Sempat Trauma Ambil MBG Lagi

“Kami sampaikan bahwa informasi terkait meninggalnya siswi tersebut karena MBG adalah tidak benar,” tegas Nasihul, Selasa, 3 Februari 2026.

Kenyataan sebenarnya mengungkapkan bahwa Rizza telah berjuang melawan kanker nasofaring semenjak duduk pada bangku kelas 8 SMP. Penyakit serius ini mengharuskan ia menjalani rangkaian perawatan medis yang sangat intensif secara rutin.

Keluarga membawa almarhumah pergi ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan tindakan kemoterapi berkelanjutan.

Pihak sekolah mencatat kehadiran Rizza sangat terbatas karena fokus pada proses penyembuhan fisiknya yang kian melemah. “Ananda menderita sakit kanker sejak kelas 8 sehingga harus rutin kemoterapi ke Semarang,” lanjut Nasihul.

Penjelasan Medis Terkait Hoaks Siswi SMAN 2 Kudus Meninggal Akibat MBG

Selama menempuh pendidikan di SMAN 2 Kudus, almarhumah hanya sempat mengikuti kegiatan belajar menjelang ujian November 2025.

Setelah masa itu, kondisi kesehatannya tidak memungkinkan bagi Rizza untuk kembali hadir mengikuti pelajaran di dalam kelas. Fakta ini membuktikan bahwa siswi tersebut tidak sedang berada di sekolah saat program berjalan.

Nasihul mengungkapkan bahwa sepanjang Januari 2025, Rizza tercatat belum pernah masuk sekolah sama sekali oleh pihak manajemen.

BACA JUGA: Imbas Kasus Dugaan Keracunan Siswa SMAN 2 Kudus, BGN Hentikan Sementara SPPG Purwosari 1