SEMARANG, beritajateng.tv – Dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah driver jasa titipan (jastip) di kawasan Universitas Negeri Semarang (Unnes) baru-baru ini viral di media sosial.
Terduga pelaku disebut merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes angkatan 2025 berinisial MFA.
Kasus ini mencuat setelah salah satu korban membagikan pengalamannya di grup antar jemput jastip Unnes pada Rabu, 17 Juni 2026.
Berdasarkan unggahan akun X @itsmxzoey, korban mengunggah tangkapan layar percakapan yang menunjukkan modus terduga pelaku saat menghubungi driver jastip.
Awalnya, pelaku berpura-pura membutuhkan jasa titip. Namun setelah korban merespons, percakapan berubah ke arah yang mengandung unsur seksual.
“Kakaknya hyper nggak? Maaf kalau kurang sopan. Kakak pernah HB (hubungan badan)?” tulis terduga pelaku dalam percakapan tersebut.
BACA JUGA: Harga Pertamax Naik, Pengamat Unnes: Beban Ojol dan Taksi Online Makin Berat
Unggahan itu kemudian memicu pengakuan dari sejumlah driver jastip lainnya. Mereka mengaku pernah menerima pesan serupa dari orang yang sama.
Para korban menyebut modus yang pelaku gunakan selalu sama. Yakni menghubungi driver dengan alasan ingin menggunakan jasa titip, kemudian melanjutkan percakapan dengan pertanyaan maupun pesan yang ternilai tidak senonoh.
Kronologi Dugaan Pelecehan Driver Jastip di Unnes
Berikut kronologi dugaan pelecehan yang viral di media sosial:
- Rabu, 17 Juni 2026, salah satu korban mengunggah pengalaman di grup driver jastip Unnes.
- Korban membagikan tangkapan layar percakapan yang memperlihatkan terduga pelaku berpura-pura menjadi pelanggan.
- Setelah percakapan berlangsung, pelaku mengirimkan pertanyaan bernuansa seksual kepada korban.
- Unggahan tersebut memicu korban lain untuk angkat bicara karena mengaku mengalami perlakuan serupa dengan modus yang sama.
- Tangkapan layar percakapan kemudian menyebar luas di media sosial, terutama di platform X.
- Pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB, ratusan mahasiswa mendatangi kos yang disebut sebagai tempat tinggal terduga pelaku.
- Aksi tersebut disiarkan secara langsung melalui sejumlah akun TikTok dan media sosial lainnya.
- Massa mendesak terduga pelaku keluar, mengakui perbuatannya, dan menyerahkan diri.
- Aparat kepolisian diterjunkan ke lokasi untuk mengantisipasi potensi tindakan main hakim sendiri.
Hingga artikel ini beritajateng.tv tulis, video pengepungan kos terduga pelaku masih ramai beredar di media sosial dan telah terbagikan ribuan kali di platform X.
BACA JUGA: Pegadaian Kanwil XI Semarang Gandeng Unnes Resmikan The Gade Creative Lounge
Belum ada keterangan resmi dari pihak Universitas Negeri Semarang (Unnes) maupun kepolisian terkait status hukum terduga pelaku ataupun proses penanganan kasus tersebut. (*)





