BLORA, beritajateng.tv – Seorang polisi yang bertugas sebagai Kaur Bin Ops (KBO) Binmas Polres Blora, Jawa Tengah ini tak hanya tegas saat berdinas, namun juga humanis saat berada di lingkungannya.
Ya, namanya Iptu Sugianto. Ia yang kesehariannya sebagai KBO Binmas Polres Blora, memberi penyuluhan kepada masyarakat dan tegas saat berdinas. Di saat bulan suci Ramadhan ini, ia menjadi guru ngaji di Masjid Ar Rahman Perumda, Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora.
Diketahui, usai berdinas ia hanya mampir sebentar ke rumah, untuk berganti sandal dan peci. Kemudian ia pamit kepada istri tercinta untuk mengajar mengaji di masjid.
Tujuannya dalam melakukan kegiatan tersebut tentunya bukan tanpa alasan. Yakni untuk memakmurkan masjid yang berada di lingkungannya.
BACA JUGA: Ibu-Ibu Jamaah Pengajian di Blora Sediakan Ratusan Takjil, Dalam Sekejap Ludes Diserbu Warga
Dalam mengajar ini, Iptu Sugianto tak sendiri. Bersama Ikatan Remaja Masjid (Irma), Iptu Sugianto mengajar ngaji anak anak di perumahan sembari menunggu waktu berbuka puasa.
“Khusus di bulan suci Ramadhan ini, kita mengajak remaja masjid, untuk menambah kegiatan, biar anak-anak mengurangi bermain gadget, dengan beribadah,” ungkap Iptu Sugianto, Rabu 20 Maret 2024.
Gelar berbagai lomba dan pendidikan cegah bullying
Selain mengaji Al-Qur’an, lanjutnya, ia juga menggelar berbagai lomba untuk membangkitkan pengetahuan dan kreativitas anak.
“Ada lomba menggambar kaligrafi, lomba wudhu, lomba adzan, lomba tetek membangunkan sahur. Anggaran semua dari warga Perumda,” jelas Iptu Sugianto.
Tampak anak – anak antusias mengikuti berbagai kegiatan di masjid Ar Rahman Perumda. Hal ini karena adanya hadiah bagi para pemenang lomba.
“Nanti setelah kegiatan ada berbuka bersama. Makanan dan minuman kita gilir dari warga,” ujar Iptu Sugianto yang juga ketua RW 04 Perumda Kelurahan Kunden.
BACA JUGA: Edukasi Tertib Lalu Lintas di Pondok Pesantren, Satlantas Polres Blora Turut Bagikan Sembako
Ia berharap, kegiatan positif ini bisa menumbuhkan kerukunan antar warga, khususnya anak anak bisa saling mengenal sesama.
“Kita juga sisipkan sedikit tentang aksi bullying yang akhir akhir ini terjadi di tempat pendidikan. Agar mereka tahu akibatnya. Jangan sampai mereka melakukan itu (bullying) kepada sesama teman-temannya,” tutupnya. (*)
Editor: Farah Nazila





