SEMARANG, beritajateng.tv – Kawasan hutan wisata Tinjomoyo kini semakin menarik dengan adanya paket paket wisata bagi wisatawan.
Terlebih dengan soft launching Jembatan Kaca Tinjomoyo, Minggu, 5 Oktober 2025, menjadi magnet wisatawan untuk menjajal destinasi memacu adrenalin.
“Hari ini kami lakukan soft launching Jembatan Kaca Tinjomoyo. Destinasi wisata ini akan kami kaji dan sempurnakan di tahun anggaran 2026, sekaligus melakukan opening,” ujar R. Wing Wiyarso, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.
Menurut dia, Tinjomoyo merupakan destinasi wisata yang representatif dan strategis, karena merupakan satu-satunya hutan wisata yang ada di dalam kota.
Melihat keunikan ini, Disbudpar kemudian menggandeng Pokdarwis dan komunitas-komunitas untuk menggeliatkan pariwisata di Tinjomoyo dengan membuat paket-paket wisata.
“Jadi ada beberapa macam paket. Ada yang hanya masuk kawasan hutan wisata Tinjomoyo, HTM (Harga Tiket Masuk) sesuai dengan Perda, pajak dan retribusi. Namun di sini hari biasa Rp10.000, di hari libur Rp15.000. Nanti kalau ada event ada tambahan lagi,” tutur Wing.
BACA JUGA: Spot Selfie Sekaligus Uji Nyali, Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang Resmi Dibuka untuk Umum
Pihaknya kemudian membuat paket tambahan, seperti naik jeep, river tubbing, juga naik jembatan kaca.
“Ini tentunya kami akumulatifkan, tetapi ada beberapa teman-teman dari agen perjalanan yang meng-create promosi paket ini sesuai dengan kebutuhan wisatawan,” imbuhnya.
Menurutnya, untuk naik jeep wisatawan cukup membayar Rp250.000/per jeep yang berisi tiga orang. Harga tersebut sudah termasuk Harga Tiket Masuk (HTM) masuk ke lokasi wisata.
“HTM-nya Rp10.000. Kalau naik Jeep Rp250.000, wisatawan akan di ajak masuk ke hutan wisata Tinjomoyo melewati medan yang seru dan fun,” papar dia. Harga itu, menurutnya sudah termasuk dengan naik di wisata Jembatan kaca Tinjomoyo.
Selain itu, ada pula paket wisata dengan river tubbing. Di mana aliran sungai yang di lintasi akan bermuara di sungai ujung bawah jembatan ke Tinjomoyo.
Pihaknya menjamin keamanan wisata di destinasi tersebut, bahkan biaya sudah include dengan asuransi.
“Petugas benar-benar sudah punya pengalaman serupa dari tempat lain, karena memang harus punya sertifikasi sendiri. Sembari bertahap, di 2026, kami targetkan pengelola bisa betul-betul profesional dalam mengelola objek wisata yang berisiko tinggi. Sesuai aturan Kementerian Pariwisata,” imbuhnya.
Bahkan, lanjut Wing, pihaknya mewajibkan pengunjung yang ingin menaiki jembatan kaca Tinjomoyo harus menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).

“Nanti insyaallah setiap kelompok 50 harus pakai APD semua. Untuk menjaga, walaupun banyak komplain, ‘pak jelek dong kita selfie-nya pakai itu’, tapi kami lebih mementingkan keselamatan dan keamanan dari wisatawan,” sebutnya.
Cara Pesan Paket Wisata Tinjomoyo
Untuk pemesanan paket wisata Tinjomoyo, Wing menyebut, bisa melalui agen perjalanan, biro agar lebih ter-organization.
“Jika mau pesan, di sini ada loket langsung atau bisa melalui aplikasi Konco Dolan. Insya Allah dalam waktu dekat bisa terakomodasi di aplikasi Konco Dolan,” sebut dia.
Dengan hadirnya sejumlah paket wisata di Tinjomoyo Semarang, Wing menargetkan wisatawan yang berkunjung ke kota Semarang bisa semakin meningkat.
“Dengan kehadiran destinasi wisata baru reaktivasi wisata Tinjomoyo ini kami berharap kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun Wisman ke Kota Semarang semakin tinggi. Kami menargetkan tahun ini 7,8 juta. Tetapi jika lihat trennya insyaallah optimis lebih dari itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Tinjomoyo, Amelia Kusumaningtyas mengatakan, jembatan kaca Tinjomoyo sudah bisa diakses wisatawan mulai Sabtu dan Minggu.
“Jembatan kaca ini masih soft launching, K3 masih diurus, belum selesai. InsyaAllah tahun depan baru opening secara menyeluruh,” papar dia.
Untuk masuk ke area tersebut dan menikmati wisata jembatan kaca Tinjomoyo, pengunjung cukup membayar Rp 16.500 (Rp6.500 untuk HTM dan Rp10.000 untuk naik jembatan kaca).
“Nantinya akan ada paket wisatanya. Ada odong-odong, paintball, jeep, jadi kalau paketan lebih murah. Setiap akhir pekan buka dari jam 08.00 sampai 16.00,” kata Amelia.
Saat operasional, lanjutnya, dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang akan memeriksa wisatawan sebelum naik ke Jembatan Kaca. “Kalau mau ke atas harus di cek dulu tensi dan sebagainya. Tapi kami masih evaluasi, jangan sampai menyulitkan pengunjung,” imbuhnya.
Paket wisata saat ini tengah di godog. “Unggulan di sini sebenarnya river tubbing. Dari jembatan kaca akan finish di bawah jembatan ini. Saat ini sedang pengajuan izin ke BBWS, sangat rumit memang izinnya,” katanya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





