Pendidikan

Cerita Arya jadi Juara Academy of Champions, Kalahkan Ribuan Peserta dari Seluruh Indonesia

×

Cerita Arya jadi Juara Academy of Champions, Kalahkan Ribuan Peserta dari Seluruh Indonesia

Sebarkan artikel ini
academy of champion winner
Siswa SMAN 3 Semarang, Moch Rakha Aryaputra meraih juara 1 dalam Academy of Champions saat ditemui di SMAN 3 Semarang, Senin, 10 Februari 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Moch Rakha Aryaputra adalah sosok yang terbilang menonjol dalam kompetisi adu kecerdasan Academy of Champions (AoC) yang diadakan oleh Ruangguru.

Bersama dua rekannya di District 4 Jawa Tengah-DIY, Arya berhasil keluar sebagai juara pertama mengalahkan siswa-siswi SMA pilihan di seluruh Indonesia.

Jauh sebelum menjadi juara, Arya ternyata sempat tak menyangka bisa mendapat undangan untuk mengikuti kompetisi tersebut. Apalagi, ia bukan merupakan pengguna dari aplikasi belajar tersebut.

“Awalnya itu dapat undangan, terus ada beberapa tes, bikin video perkenalan, tes soal, sama interview bareng ortu. Baru akhirnya lolos ke Jakarta,” ungkap Arya saat beritajateng.tv temui di SMAN 3 Semarang, Senin, 10 Februari 2025.

Setelah mengikuti berbagai rangkaian seleksi, ia ternyata lolos dan berhak menjadi salah satu wakil Jawa Tengah.

BACA JUGA: Arya Siswa SMAN 3 Semarang Jadi Juara “Academy of Champions”, Bolos Satu Minggu Buat Ikut Syuting di Jakarta

Uniknya, ia menjadi satu-satunya siswa yang berasal dari Kota Semarang. Dua teman satu distriknya berasal dari Novin (SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta) dan Adelio (SMA Pradita Dirgantara Boyolali).

“Untuk jumlah tepat saingannya berapa kurang tau. Tapi karena sistemnya undangan dan yang diundang seluruh medalist di Indonesia jadi aku yakin itu ratusan, hampir ribuan,” sambungnya.

Mengikuti kompetisi di dunia entertaiment menjadi tantangan baru bagi Arya. Pasalnya, ia selama ini terbiasa mengikuti kompetisi keilmuan forma seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Selama proses syuting, Arya mengaku sempat merasa gugup. Hal itu karena ia harus tampil di depan kamera.

“Awal-awal grogi, soalnya rasanya beda, karena kita harus ngerjain soal di depan kamera. Lebih grogi dan tegang,” kata dia.

Selesaikan berbagai tantangan

Selama mengikuti sejumlah tantangan, Arya mengaku paling berkesan dengan tantangan Market Mavericks. Tantangan itu menyajikan 5 ronde persaingan.

“Di ronde 1 sampai 4 distrikku ketinggalan jauh. Terus pas udah masuk ronde 5, kita berhasil membalikkan keadaan. Itu memorable,” ungkap alumni SDN Pedurungan Tengah 02 itu.

Sementara tantangan paling susah, lanjut Arya, adalah tantangan Emergency Kit Hunt. Pada tantangan itu, sepuluh distrik yang tersisa harus memperebutkan 60 soal untuk lolos ke babak selanjutnya.

“Di tantangan itu kita butuh cepet dan koordinasi yang tepat, padahal data set ada 4 dan tebel-tebel. Itu agak kacau tapi dengan koordinasi dan komunikasi itu bisa selesai,” sambungnya.

BACA JUGA: Hits karena Cantik dan Pintar, Xaviera Putri Ternyata Pernah Kena Mental saat Sekolah di Korea

Arya menyebut, persaingan di kompetisi semakin terasa panas saat babak TOP 3 yang mempertemukan District 3 (Jawa Barat), District 4 (Jawa Tengah-DIY), dan District 11 (Sumatera Bagian Tengah).

Beruntungnya, Arya dan District 4 yang memiliki mentor Maxwell Salvador Surya berhasil tampil prima hingga keluar sebagai juara pertama.

“Pesan dari AoC ini, kita akan bertemu dengan orang-orang hebat, jadi kita nggak boleh minder, harus tetap percaya diri tapi nggak boleh sombong juga. Pokoknya apa yang udah aku dapat di AoC pengen selalu aku terapkan kedepan,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp