Feature

Cocok untuk Ngadem, Tandur Space Hadirkan Tempat Nongkrong Sejuk Ditemani Tanaman Hijau

×

Cocok untuk Ngadem, Tandur Space Hadirkan Tempat Nongkrong Sejuk Ditemani Tanaman Hijau

Sebarkan artikel ini
Tandur Space
Pengunjung saat melihat tanaman yang tertanam di sekitar Tandur Space. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tempat nongkrong berkonsep kafe atau resto banyak bertebaran di Kota Semarang. Namun tempat yang satu ini menyajikan suasana yang berbeda. Namanya adalah Tandur Space.

Bertempat di Jalan Menteri Supeno Muggassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Tandur Space menghadirkan sensasi ngopi atau nongkrong bersama tanaman hijau.

Meski lokasinya berada di pusat Kota Semarang, Tandur Space menawarkan sensasi alam terbuka alias outdoor dengan banyak tanaman layaknya sebuah kebun. Sesuai namanya, banyak tanduran atau tanaman yang mengelilingi kafe ini.

Prasetyo, PIC Tandur Space, menjelaskan pihaknya sengaja menghias kafe ini dengan puluhan tanaman hijau. Apalagi, Tandur Space merupakan bentuk kerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Semarang.

BACA JUGA: Usung Konsep Vintage Gabungan Kafe dan Angkringan, Begini Sensasi Nongkrong ala Pinggir Kota di Seperti Warung Kopi

Konsep Tandur Space

Dengan mengusung konsep co-working space, lanjut Prasetyo, Tandur Space hadir di pusat kota dengan suasana yang asri, cocok sebagai tempat berteduh di tengah panasnya Kota Semarang.

“Tengah kota kan kebanyakan panas, makanya kami di sini jadi satu dengan Dinas Pertanian Kota Semarang terutama UPTD Urbang Farming Corner (UFC) dengan konsep kafe yang menyuguhkan suasana asri tengah kota,” jelas Prasetyo kepada beritajateng.tv, Senin, 16 Oktober 2023.

Untuk mendukung konsep itu, berbagai jenis tanaman tersedia di sekitar Tandur Space. Mulai dari yang jenis penanamannya secara tambulambot, vertikultur, hingga hidroponik ada di sana.

Jenis tanamannya pun beragam. Antara lain tanaman hias siri gading, sayuran seperti selada, pakcoy, dan daun mint, hingga buah-buahan seperti alpukat, jambu delima, kedondong, dan mangga.

“Dinas Pertanian memang rutin melakukan perawatan, kadang-kadang kalau ada kegiatan itu mereka cukup sering membawa tanaman dari kantor dinas ke sini, jadi cukup bervariatif jenis dan jumlah tanamannya,” lanjutnya.

BACA JUGA: Terinspirasi Buku Self Improvement, Pygmy Owl Coffee Semarang Jadi Kedai Kopi Minimalis ala Kafe Thailand

Tak jarang manfaatkan hasil panen sayuran untuk masakan

Uniknya, selain sebagai penghias, tanaman di sini juga beberapa kali digunakan sebagai bahan masakan. Apalagi ketika musim panen datang. Menurut Prasetyo, tak sedikit kemudian menu makanan yang diolah menggunakan hasil panen kebun sendiri.

Sometimes (terkadang) kalau semisal pihak UPTD ada pengembangan misal bibit selada, pas mereka panen kami memang dikasih sayur-sayuran, kadang selain selada juga ada tomat dan terong. Tapi nggak selalu setiap hari, karena menyesuaikan masa panen,” ungkap Prasetyo.

Tandur Space sendiri terbagi dalam dua area yang berbeda, outdoor dan indoor. Area outdoor memiliki tempat makan luas dan terdapat tanaman dan kolam ikan. Sedangkan di indoor, tersedia beberapa kursi dan meja dengan fasilitas ac, colokan listrik, dan Wi-Fi. Selain itu, ada pula stan konsultasi urban farming gratis di pojok ruangan.

Sedangkan menu makanan dan minuman yang disajikan juga beragam. Untuk minuman harganya terjangkau mulai dari Rp10 ribu sampai Rp28 ribu, dan makanan mulai dari Rp22 ribu sampai Rp40 ribu. Tandur Space buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 24.00 WIB. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp