Politik

Debat Kedua Rampung Lebih Cepat, KPU Blora Pastikan Tidak Ada Hubungannya dengan Kedatangan Jokowi

×

Debat Kedua Rampung Lebih Cepat, KPU Blora Pastikan Tidak Ada Hubungannya dengan Kedatangan Jokowi

Sebarkan artikel ini
debat kedua
KPU sukses menggelar debat kedua Cabup-Cawabup Blora. (Foto: Heri/beritajateng.tv).

BLORA, beritajateng.tv – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora, Jawa Tengah berhasil menggelar debat kedua dengan tema “Mewujudkan Masyarakat Blora yang Harmonis Berbasis Ketahanan Sosial dan Budaya yang Kokoh.”

Debat yang berlangsung di Hotel Kyriad Arra Cepu, Minggu (17/11) itu bersamaan dengan kunjungan Presiden RI ke 7, Joko Widodo di Blora.

Sebagai informasi, debat tersebut yang harusnya berakhir pada pukul 16.00 WIB, ternyata rampung lebih awal satu jam dari yang KPU publikasikan di sosial media.

BACA JUGA: Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan Lestarikan Budaya, Bawaslu Blora Gelar Pagelaran Barongan

Berdasarkan pantauan wartawan beritajateng.tv di lapangan, usai acara tersebut tampak salah satu Paslon langsung bergegas menuju lokasi presiden ke-7 itu mengikuti acara.

Ketua KPUK Blora, Widy Nurintan, mengatakan debat kedua yang menyinggung terkait sosial kebudayaan masyarakat Blora tersebut berjalan dengan lancar. Walaupun, masih ada miskomunikasi saat penyelenggaraan.

Ketika wartawan beritajateng.tv menanyakan soal debat yang selesai lebih awal, ia menjelaskan jadwal acara sudah sesuai tanpa ada segmen yang terpotong.

BACA JUGA: Inspiratif! LKP Merpati Blora Gelar Festival Seni Tari Nusantara di Mall

‘’Sudah pas. Semua sudah sesuai jadwal. Bahkan, ini sudah on time. Kami start pukul 13.00,’’ ujarnya.

Terkait adanya hubungan kunjungan Jokowi dengan debat, ia akui tak ada kaitannya.

‘’Tak ada hubungannya sama kunjungan pak Jokowi. Memang sudah sesuai jadwal, bahkan on time,’’ ucapnya.

‘’Ini jadwalnya sudah pas. Evaluasi di debat pertama sudah kami terima dan kami coba perbaiki seperti pengambilan fishball dan pertanyaan dari sub-bab,’’ jelasnya.

KPU juga meminta maaf kepada pers karena harus bergantian masuk ke ruangan dan ada yang diminta keluar saat acara debat berlangsung.

“Terkait rekan pers tadi yang disuruh keluar untuk gantian kami mohon maaf sebesar-besarnya. Memang dari awal kesepakatan bergantian 10 media. Dan, para pendukung juga kami batasi. Mohon maaf atas ketidaknyamanan nya,’’ tutupnya. (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp