Lebih jauh, Ahmad Daroji mengaku khawatir penampilan tersebut justru menimbulkan persepsi buruk terhadap peringatan Maulid Nabi.
Dia mengingatkan kemungkinan munculnya anggapan bahwa kegiatan Maulid Nabi tidak perlu dilakukan. Apabila peringatannya justru dikaitkan dengan pertunjukan yang dinilai tidak pantas.
“Jangan-jangan itu ada maksudnya yang tidak kita duga, jangan-jangan maksudnya tidak baik, itu kan bisa timbul kontra. Justru maksudnya mau merendahkan Nabi dengan contoh yang ia sampaikan itu, padahal kita melihat Nabi itu justru contoh yang terbaik. Jangan justru terbalik, kesan orang jadi jelek itu, itu salah,” katanya.
Dia meyakini hal tersebut dapat menimbulkan penilaian negatif terhadap Maulid Nabi. Meskipun, kata dia, belum tentu menjadi tujuan dari pihak yang menggelar pertunjukan.
Tak cuma itu, Daroji juga menyinggung kemungkinan munculnya persepsi penistaan agama apabila yang ditampilkan dalam pertunjukan tersebut dianggap memenuhi unsur tersebut. Akan tetapi dia berharapa agar hal itu tidak sampai terjadi.
Saat ditanya kembali mengenai kemungkinan adanya unsur penistaan agama, Daroji menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan hal tersebut.
“Kalau sampai unsur penistaan agama bisa pidana itu Mudah-mudahan tidak terjadi [penistaan agama], tetapi bisa jadi orang yang ke sana, ‘Oh ini penistaan ini.’ Mudah-mudahan tidak terjadi,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





