SEMARANG, beritajateng.tv – Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, orang akan mendapatkan wawasan luas.
Semangat itulah yang coba Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah bawa dengan menggelar Book Fair di halaman Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, 16 sampai 26 Februari 2024.
Dua puluh lima ribu buku murah dari berbagai genre dijual dengan harga mulai dari Rp 5 ribu. Antara lain buku anak-anak, buku agama, buku pelajaran, hingga novel romansa remaja.
Listyati Purnama, Kabid Pengelolaan Perpustakaan Dinas Arpus Jateng menjelaskan, pameran kali ini merupakan ikhtiar pemerintah dalam mendorong generasi penerus bangsa untuk tetap membaca.
Pihaknya ingin masyarakat kembali mengenal buku dalam bentuk aslinya yaitu kondisi fisik, lembar demi lembar. Kemudian, menghadirkan pameran buku dengan harga terjangkau adalah salah satu cara jitu untuk mengupayakan hak tersebut.
“Kadang mereka berpikir buku itu mahal jadi mereka sering malas untuk beli buku, insyaallah dengan adanya bazar ini buku jadi lebih murah dan lebih gampang sehingga meningkatkan minat baca masyarakat,” ucapnya kepada beritajateng.tv.
BACA JUGA: Menilik Book Boss, Toko Buku Impor yang Masih Bertahan di Semarang
Listyati mengatakan, tujuan utama pameran kali ini adalah untuk meningkatkan tingkat kegemaran membaca masyarakat sekitar Jateng. Meski di sisi lain tingkat literasi Jateng telah menempati nomor 2 se-Indonesia.
Hanya saja, lanjutnya, generasi muda saat ini memiliki permasalahan menantang dalam hal membaca. Yakni adanya kemajuan digital.
Listyati sendiri tak menganggap kemajuan digital itu selamanya buruk. Namun, buku adalah tahapan penting dalam belajar yang tidak bisa tergantikan oleh digital.
“Kita harus rajin membeli buku, insyaallah dengan begitu wawasan kita lebih bagus. Buku bisa meningkatkan rasa memiliki terhadap sejarah, terhadap kebangsaan kita, jadi jangkauannya lebih luas kalau kita rajin baca buku fisik,” imbuhnya.
Pameran buku murah: Kegiatan menarik nan asik
Tidak hanya pameran buku murah, Dinas Arpus Jateng juga melaksanakan berbagai kegiatan pendukung yang tak kalah menariknya.
Mulai dari bedah buku, lomba membaca dan menulis puisi untuk siswa SMP, melukis sarung bantal, membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah, hingga menganyam keterampilan.
BACA JUGA: Kisah di Balik BBW Semarang 2023, Rela Datang dari Luar Kota demi Beli Buku Anak
Hal tersebut merupakan agenda literasi sosial berbasis masyarakat yang memang sebelumnya rutin digelar oleh Dinas Arpus Jateng.
Listyati berharap, dengan kegiatan semacam ini, tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan kian meningkat. Apalagi, terdapat Pojok Baca yang memungkinkan pengunjung untuk membaca ribuan buku koleksi Perpustakaan Provinsi Jateng.
“Di sini ada 130 ribu buku, jadi kami juga ingin mereka tidak hanya datang ke bazar buku, tapi juga melihat buku di Perpustakaan Provinsi Jateng,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





