SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah membuka peluang menghentikan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) menyusul turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.
Ꭰiketahui, harga Pertamax turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026. Penurunan harga tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemprov Jawa Tengah untuk mengevaluasi kebijakan WFH yang ԁiterapkan sejak April 2026 lalu.
Sebelumnya, kebijakan WFH di lingkungan Pemprov Jawa Tengah ԁiterapkan menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait penerapan WFH bagi ASN. Di Jawa Tengah, kebijakan tersebut berlaku setiap hari Jumat.
BACA JUGA: Evaluasi Empat Ribu ASN Pemprov Jateng yang WFH: Lokasi Pegawai Dipantau Lewat Aplikasi
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan berdasarkan laporan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), hanya sedikit ASN yang memanfaatkan skema WFH. Mayoritas pegawai tetap memilih bekerja dari kantor atau work from office (WFO).
“Kalau sebetulnya dari laporan teman-teman BKD, yang memanfaatkan WFH enggak banyak ya, banyak yang WFO. Nanti tinggal apakah mau kita teruskan atau nanti kita hentikan,” ujar Sumarno saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Sumarno, hingga saat ini kebijakan WFH setiap hari Jumat masih tetap berlaku. Namun, jumlah ASN yang memanfaatkannya tidak sampai empat persen dari total pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
BACA JUGA: BKD Jateng Pastikan WFH Tetap Diawasi, ASN Layanan Publik Tetap Masuk Enam Hari
“Tapi ini kami masih buka, tapi realitanya mungkin enggak sampai 4 persen ya,” tuturnya.
Sumarno mengatakan, keputusan terkait kelanjutan kebijakan tersebut akan segera ԁiumumkan setelah evaluasi selesai ԁilakukan.
“Kalau enggak ԁiumumkan kan hubungannya dengan teman-teman semua. Kami ada hampir 66.000 ASN di Jawa Tengah,” tandas Sumarno. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





