SEMARANG, beritajateng.tv – Hari Buruh 1 Mei 2026 kali ini identik dengan aksi unjuk rasa di berbagai daerah.
Tercatat sebagai hari libur nasional, tepat pada Jumat 1 Mei 2026. Aksi unjuk rasa yang berlangsung oleh pada ribuan pekerja kini bertujuan untuk menyuarakan aspirasi terkait hak tenaga kerja.
Berikut ini akan kami bagikan alasan mengapa peringatan Hari Buruh kali ini identik dengan aksi unjuk rasa. Namun sebelum itu simak terlebih dahulu bagaimana sejarahnya.
BACA JUGA: Mahasiswa dan Anarko Diduga Dalang Ricuh Demo Hari Buruh Semarang Diringkus: Bisa Kena Pidana
Hari Buruh 2026
Sejarah Hari Buruh 2026 berakar dari peristiwa penting yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1886.
Pada masa itu, para pekerja menggelar aksi besar-besaran untuk menuntut pembatasan jam kerja menjadi delapan jam sehari.
Tuntutan tersebut muncul akibat kondisi kerja yang sangat berat, di mana para buruh harus bekerja antara 12 hingga 20 jam setiap harinya. Gerakan ini kemudian berkembang dengan cepat.
Jumlah peserta aksi yang semula sekitar 250.000 orang meningkat menjadi 350.000 pekerja dan meluas ke berbagai wilayah lain, termasuk Eropa dan Australia.
Aspirasi yang tersampaikan tetap sama, yakni pengurangan jam kerja serta perbaikan kondisi kerja agar lebih manusiawi.
Momentum penting terjadi dalam Kongres Buruh Internasional di Paris pada tahun 1889.
BACA JUGA: Peringati Hari Buruh Internasional, Ratusan Buruh Lakukan Aksi Demo pada 1 Mei Mendatang
Dalam pertemuan itu, tuntutan delapan jam kerja kembali ditegaskan, dan tanggal 1 Mei resmi menjadi sebagai Hari Buruh Internasional.
Sejak saat itu, peringatan May Day terjadi di berbagai negara dan menjadi simbol perjuangan kaum pekerja.
Alasan Unjuk Rasa
Hubungan antara Hari Buruh 2026 dan aksi demonstrasi tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar kuat dari sejarahnya.
May Day sendiri lahir dari gerakan massa dan aksi kolektif para pekerja, sehingga unjuk rasa menjadi simbol perjuangan yang terus melekat hingga sekarang.
Sejak awal, berbagai hak buruh diraih melalui aksi turun ke jalan. Karena itu, demonstrasi pada Hari Buruh bukan sekadar wadah untuk menyampaikan tuntutan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pekerja terdahulu. (*)





