HeadlineIndepth

Heboh Jasa Sewa Pacar Semarang, Sering Diorder Klien Kesepian, Syaratnya Dilarang Baper

×

Heboh Jasa Sewa Pacar Semarang, Sering Diorder Klien Kesepian, Syaratnya Dilarang Baper

Sebarkan artikel ini
sewa pacar semarang
Ilustrasi sewa pacar. (Freepik.com)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kesepian karena tak punya tambatan hati? Atau bingung menjawab saat datang pertanyaan sudah punya pacar atau belum pas acara keluarga? Jasa sewa pacar mungkin bisa menjadi solusinya. Bisnis rental pacar beberapa tahun ini marak di kalangan anak muda kota-kota besar, tak terkecuali Semarang. Jasa sewa pacar Semarang ditawarkan lewat medsos. Jika mengetikkan kata sewa pacar di media sosial, maka akan muncul banyak jasa yang menawarkan layanan tersebut.

Penasaran dengan jasa sewa pacar Semarang, beritajateng.tv mencoba menelusuri untuk mengetahui lebih dalam bisnis yang bikin heboh ini. Dari penelusuran, jasa ini ditawarkan oleh berbagai agensi. Tarifnya berdasarkan jenis layanan dan durasi waktu.

BACA JUGA: Podcast: Fatherless, Mencari Figur Ayah ke Pacar, Emang Bisa? – Pradipta Christy

Kami memutuskan untuk menggunakan jasa Doni, sebut saja begitu, melalui salah satu akun sewa pacar Semarang yang cukup ramai di TikTok. Selain Doni, dalam akun itu, puluhan talent lain dari berbagai wilayah se Indonesia juga turut menawarkan jasanya. Hanya saja, talent laki-laki seperti Doni tak sebanyak talent perempuan yang mereka tawarkan.

Dengan Doni, kami memilih paket durasi kencan langsung selama dua jam. Syarat dan ketentuan yang agensi wajibkan ialah segala akomodasi, baik makanan, tiket, hingga transportasi akan menjadi beban klien. Tak hanya itu, klien pun wajib menyerahkan kartu identitas asli kepada agensi. Selanjutnya, agensi akan mengonfirmasi kesediaan jadwal Doni. Jika klien dan talent sudah sepakat soal jadwal, maka talent akan langsung menghubungi klien.

Untuk kencan secara langsung, agensi tersebut mengenakan tarif Rp 150 ribu an per dua jam. Bahkan, tersedia paket kencan online dengan durasi waktu bermacam-macam. Kami pun sepakat berkencan di sebuah kafe di Semarang.

Klien diperlakukan layaknya pacar sendiri

Saat bertemu, sosok Doni tampak sedikit berbeda dengan fotonya pada medsos yang wajahnya sedikit tertutup stiker. Cowok good looking itu mengaku berusia 23 tahun. Ia memiliki tinggi sekitar 170 cm, berkulit sawo matang dan berpakaian rapi. Cara berbicaranya tampak halus dengan suara sedikit berat.

Doni mengaku melakoni pekerjaan tak biasa ini sejak tahun 2021 lalu. Sekadar mencari pengalaman baru dan pendapatan tambahan, begitulah alasannya menjalani pekerjaan tersebut.

“Aku dan agensiku sistem pembayarannya 70:30, 70 untuk aku sebagai talent, 30 sisanya untuk agensi,” ujarnya.

Meskipun menjalani kencan kontrak secara langsung, Doni mengaku hal itu bukan masalah besar baginya. Sebagaimana kontrak pada umumnya, sesaat sebelum menemani klien, ia mengaku membuat kesepakatan tersendiri pada ‘pacar pura-puranya’. Hal ini penting bagi Doni, lantaran berkaitan dengan bagaimana ia akan memperlakukan kliennya saat durasi kontak tengah berlangsung.

BACA JUGA: Baru Menikah dengan Bule, Rahasia Selebgram Sarah Keihl Dibongkar Mantan Pacar

“Biasanya sebelum jalan, aku ngomong secara langsung. Aku tanya, kamu mau aku perlakukan sebagai teman atau pacar? Kalau jawab sebagai teman, ya sudah tidak ada physical touch seperti orang pacaran. Tapi kalau mau seperti pacar, ya aku bakal treat (memperlakukan) layaknya pacarku sendiri,” katanya.

Doni yang telah melakoni kencan langsung selama 3 kali dan melayani puluhan klien online-nya pun mulai terbiasa menjalani hubungan kontrak tersebut. Menariknya, ia menyebut telah memiliki kekasih, meskipun pekerjaan ini tampak berlawanan dengan status hubungannya.

“Aku punya pacar kok, awalnya cewek aku kaget, tetapi lama kelamaan ia bisa menerima kerjaan sampingan aku yang seperti ini. Toh, uang yang aku dapatkan dari kerjaan seperti ini untuk kita berdua jalan-jalan juga, jadi ya mau tidak mau harus saling menerima keadaan,” bebernya.

Siap diajak pergi ke kondangan

Ia bercerita bahwa jasa sewa pacar Semarang ini kliennya banyak dari orang yang mampu secara finansial, namun sering kesepian.

“Klienku itu biasanya orang-orang yang mampu lah, loyal gitu. Setiap kencan offline kan kalau mau jajanin aku itu pasti keluar uang yang tidak sedikit ya. Apalagi kalau kita kencannya di mal, itu uangnya lebih banyak lagi. Belum lagi transport, rumahku kan terbilang jauh,” terangnya.

Melakoni bisnis ini memaksanya harus bertemu dan menjalani hubungan layaknya pacar dengan orang yang tak ia kenal. Lagi-lagi, itu bukan masalah besar baginya. Terlebih, saat klien memintanya untuk pergi bersama ke kondangan. Mau tidak mau, Doni harus mempersiapkan diri untuk mengenal mempelai yang menjadi teman kliennya.

BACA JUGA: Viral Wanita Selingkuh 12 Kali Tapi Tetap Menikah dengan Pacarnya: Hubungannya Flat, Ga Ada Tantangan

“Bukan masalah, aku tipikal orang yang suka bertemu dengan orang baru. Jadi sejauh ini enjoy-enjoy aja, permintaan klien sepanjang aku menjalani kerjaan ini sih tidak ada yang aneh-aneh. Tidak ada yang membuat aku merasa terancam,” tuturnya.

Ia pun mengaku akan terus menjalani pekerjaannya ini. Bertahun-tahun lamanya bekerja sebagai pacar banyak orang, Doni mengklaim tak pernah sampai terbawa perasaan atau baper.

“Kalau baper jelas tidak. Kan aku sudah punya pacar. Kalau klien yang baper mungkin sih ada, apalagi yang pakai jasa aku lewat online. Banyak juga yang perpanjang kencan online dan milih talent-nya pasti selalu aku,” sambungnya.

Ia pun mengungkap pernah menemani seorang perempuan dari luar Kota Semarang yang kebetulan tengah berjalan-jalan sendirian atau solo travelling.

“Klien yang online kan kalau luar kota wajar ya, tapi pernah nih ada klien luar kota, ya dia kebetulan lagi main ke Semarang dan tidak ada temannya. Mau nggak mau pakai jasaku, tapi waktu itu sih minta di-treat sebagai teman biasa, jadi sedikit physical touch,” bebernya.

Jasa sewa pacar Semarang, talent harus good looking

Saat menjalani paket kencan langsung, kami pun tak lepas dari penawaran Doni yang memberi opsi diperlakukan sebagai teman biasa atau pacar pada umumnya. Kendati tetap memilih untuk diperlakukan sebagai seorang teman, Doni tetap melakukan ‘act of service’ seperti membukakan pintu kafe hingga mengambilkan sendok dan garpu untuk menikmati kudapan.

“Walau klien pilih jadi teman, biasanya aku tetap ngasih act of service, itu sebagai wujud profesionalitas saja sih. Kan mungkin ada orang yang pacaran beneran tapi tidak sering kontak fisik, jadi sebisa mungkin aku menghadirkan ‘cinta’ itu dari pelayanan. Ya meskipun sifatnya semu karena kontrak,” jelasnya.

Tak seperti kriteria pekerjaan pada umumnya, ia membeberkan syarat agar bisa lulus masuk agensi sewa pacar Semarang yang memiliki cukup banyak pengikut. Bahkan, ia pernah mencoba peruntungannya ke berbagai agensi, namun hanya satu agensi yang menyatakannya lulus.

BACA JUGA: Leon Dozan Jadi Tersangka Penganiayaan Pacarnya, Sempat Minta Maaf

“Wajah harus good looking dan punya suara bagus, dua syaratnya itu. Kalau wajah jelas ya, kita sebagai talent dipilih itu lewat muka. Terus kalau suara itu biar orang yang pakai jasa online kita nyaman dan ngerasa intim gitu,” sambungnya.

Menurut pengakuannya, talent sewa pacar Semarang pun jumlahnya cukup banyak. Namun, talent perempuan masih mendominasi.

Bukan pekerjaan yang bisa semua orang jalankan, ia membeberkan kriteria tambahan yang cocok untuk menjadi pacar bayaran. Salah satunya ialah senang bertemu dengan orang baru.

“Selain suka ketemu orang baru, harus punya sikap profesional. Jangan sampai baper sama klien. Alasannya kan dari awal menjalani hubungan ini ada kontrak dan kesepakatan. Di luar itu ya sudah menjalani kehidupan masing-masing saja,” jelasnya. (*)

Tim beritajateng.tv

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp