SEMARANG, beritajateng.tv – Film horor Ketindihan terkenal juga dengan sebutan sleep paralysis. Hal itu merupakan sebuah kondisi rasa takut yang muncul saat sedang tidur.
Seseorang yang mengalaminya akan merasakan tubuh tidak bisa bergerak seolah-olah terperangkap dalam sebuah cengkraman yang tak terlihat.
Konon banyak yang mengatakan bahwa hal demikian berhubungan dengan kehadiran sosok makhluk ghaib. Sehingga dengan adanya mitos ini, hadirlah film tersebut dengan mengangkat tema yang sama.
Berikut ini kumpulan fakta menarik seputar film horor berjudul Ketindihan yang kini sedang tayang di bioskop.
Fakta Menarik Film Ketindihan
Film horor yang satu ini mengangkat sebuah pengalaman yang sering banyak terjadi. Pengalaman tersebut yakni mellihat sosok misterius yang membuat tubuh tidak bisa memberikan reaksi apapun seperti bergerak.
Meski begitu, berbagai sisi juga hadir dalam film ini sepertihalnya persahabatan, sisi emosional bahkan konflik batin yang muncul. Hadirnya keluarga dalam kehidupan kini terlihat begitu penting dalam film tersebut.
BACA JUGA: Bakal Tayang 16 Januari 2025, Begini Kisah Nyata Echa Susiami dalam Film Pengantin Setan
Kali ini sosok makhluk ghaib yang terangkat takni merupakan jin yang menjadi urban legend dari Aceh. Makhluk halus tersebut terkenal dengan sebutan Beuno yaitu jin pengganggu tidur dengan cara menindih hingga orang yang ia ganggu tidak bisa bergerak.
Konon salah satu tanda hadirnya jin ini ke seseorang yaitu munculnya dengkuran keras saat tertidur pulas. Adanya dengkuran ini sebagai bentuk tanda bahwa jin telah mencekiknya.
Meski dalam film horor Ketindihan mengangkat isu tentang jin dari Aceh, namun mitos ini juga sering terjadi di Pulau Jawa loh. Banyak orang di sekitar kita bahkan ikut mengalami hal yang demikian.
Sehingga tak heran apabila sebagian dari mereka merasa film ini begitu sangat relate dengan kehidupan nyata. Bahkan sempat tak terfikir akhirnya kini bisa tayang dalam bentuk film.
Mungkin sebagian dari mereka yang mengalami hanya bisa terdiam karena untuk menceritakannya banyak yang menganggap sebuah halusinasi.
Sebagian orang bisa percaya, hanya saja hal-hal yang bersifat abstrak dan tidak terbukti sulit untuk mereka yakini adanya. (*)




