SEMARANG, beritajateng.tv – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, memberikan klarifikasi terkait tuduhan ancaman terhadap pedagang Pasar Dargo yang kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Pejabat yang akrab disapa Moy itu menegaskan tidak pernah melakukan ancaman. Apalagi mengarah pada tindakan kekerasan sebagaimana yang ramai di sejumlah media belakangan ini.
Menurutnya, pernyataan yang jadi polemik itu muncul dalam percakapan santai dengan Edi, seorang pedagang Pasar Dargo yang telah Moy kenal selama bertahun-tahun.
“Saya kenal Pak Edi sudah lama, bukan baru satu atau dua tahun. Tiba-tiba muncul pemberitaan seolah-olah ada ancaman pembunuhan. Yang mau di bunuh siapa? Saya juga bingung,” ujar Moy saat memberikan klarifikasi, Rabu (17/6/2026).
Moy menjelaskan, persoalan bermula dari keluhan Edi terkait dampak proyek rehabilitasi Pasar Dargo yang menyebabkan sejumlah fasilitas usaha miliknya mengalami kerusakan.
Saat itu, kata dia, Edi meminta ganti rugi kepada pihak kontraktor, termasuk kerugian immaterial akibat terganggunya aktivitas usaha selama proyek berlangsung.
Namun, permintaan tersebut tidak menemukan titik temu. Karena pihak kontraktor memilih memperbaiki kerusakan yang ada daripada memberikan kompensasi dalam bentuk uang tunai.
“Pak Edi meminta ganti rugi, termasuk kerugian immaterial. Karena merasa usahanya terganggu selama proyek berlangsung. Sementara kontraktor maunya memperbaiki barang yang rusak. Di situ tidak ada kesepakatan,” jelasnya.
Meski persoalan tersebut berada di luar kewenangan langsung Dinas Perdagangan. Moy mengaku tetap berupaya menjembatani komunikasi antara pedagang dan kontraktor demi membantu penyelesaian masalah.
Ia bahkan mengklaim sempat memberikan bantuan pribadi sebesar Rp2 juta untuk membantu memperbaiki beberapa fasilitas yang rusak sembari menunggu proses mediasi lanjutan.
“Saya bantu Rp2 juta untuk meringankan perbaikan televisi dan kerusakan kecil lainnya sambil menunggu pertemuan berikutnya. Uang itu dia terima dan saat itu tidak ada masalah,” katanya.





