“Jadi kasus pneumonia yang ini terlaporkan oleh China, WHO sudah mengeluarkan pedoman bahwa penyebabnya bakteri. Supaya tidak terlalu khawatir karena bakteri tidak seperti virus ya. Bakteri jelas ada pengobatannya,” ungkap Siti Nadia Tarmizi selaku Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes.
Peningkatan kasus ini dugaannya tersebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae yang lebih sering menyerang anak-anak dari pada orang dewasa.
Tak menutup fakta bahwa warga tetap harus waspada terkait kasus penyakit ini.
BACA JUGA: IDI Kota Semarang: Nyamuk Wolbachia Efektif Tekan Angka Demam Berdarah
“Kita itu melakukan peningkatan kewaspadaan saja. Karena di China menyebabkan kriteria sebagai kejadian luar biasa,” kata Nadia lagi. (*)





