Penemuan tersebut membuat para pendaki lain ketakutan. Tim evakuasi bersama kepolisian akhirnya turun tangan untuk mengevakuasi jasad korban ke bawah gunung.
Fenomena “Gancet” dan Peringatan bagi Pendaki
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pendaki pemula agar tidak meremehkan etika dan pantangan di gunung. Selain faktor medis, banyak pihak percaya bahwa perilaku tidak sopan di alam bisa memicu kejadian mistis.
BACA JUGA: Gus Nuril Akui Geram ke MWC NU Gunungpati Soal Eksekusi Rumah Kyai Murodi
Hiliatus menegaskan, pendakian bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan rasa hormat terhadap alam dan sesama.
“Gunung bukan tempat main-main, apalagi untuk hal yang melanggar norma,” tegasnya.
Tragedi “gancet” di gunung Jawa Barat ini masih menjadi salah satu kisah paling menyeramkan dalam dunia pendakian Indonesia hingga kini. (*)





