SEMARANG, beritajateng.tv – Tanaman obat keluarga atau toga semakin jarang kita jumpai. Saat ini, semakin sedikit masyarakat yang bahkan mengetahuinya, apalagi menanamnya.
Hal itulah yang mendasari TK Negeri Pedurungan Semarang untuk mengenalkan tanaman toga kepada siswa didiknya.
TK Negeri Pedurungan sendiri ditunjuk sebagai salah satu Sekolah Sehat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Oleh karenanya, TK Negeri Pedurungan memang konsisten dalam mempersiapkan siswa didiknya untuk lebih dekat dengan lingkungan.
Tak terkecuali dengan pengenalan tanaman toga. Mereka bahkan menggandeng mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk lebih mendekatkan tanaman tersebut kepada siswa dengan cara yang menyenangkan.
“Untuk mempersiapkan lomba dan Gerakan Sekolah Sehat di tingkat kota maka kita ajak kerjasama mahasiswa, terlebih untuk tanaman toga,” kata Kepala TK Negeri Pedurungan, Christina Tri Suprihani kepada beritajateng.tv, Jumat, 1 Februari 2024.
BACA JUGA: Sampai Dapat Penghargaan, PKBM Eagle School Buktikan Sekolah Kesetaraan Tak Kalah dengan Formal
Christina menyebut, mahasiswa adalah figur yang tepat untuk memberikan materi kepada anak-anak seputar tanaman obat keluarga tersebut dan manfaatnya. Selain itu, alih-alih dengan pembelajaran membosankan di dalam kelas, pengenalan tanaman tersebut dapat dilakukan dengan interaktif.
“Sehingga harapan kita, mahasiswa bisa memberikan contoh yang menyenangkan kepada anak-anak bagaimana tanaman toga dan manfaatnya, sekaligus mengenalkan QR code kepada orang tua,” sambungnya.
Menurut Christina, pemasangan QR Code bertujuan untuk mengajak orang tua dalam mewujudkan kerja sama di lingkungan TK Negeri Pedurungan.
“Ortu, sekolah, dan guru bekerjasama mewujudkan kerjasama di lingkungan TK Negeri Pedurungan Semarang, terutama untuk penyebaran semangat kesehatan yang meliputi sehat jasmani, sehat fisik, sehat lingkungan, sehat gizi dan sehat imunisasi,” sambungnya.
Taman Toga
Lebih lanjut, memperkenalkan tanaman obat keluarga tersebut dengan konsep Taman Toga merupakan inisiasi dari sejumlah mahasiswa KKN UPGRIS.
BACA JUGA: Jago Pemrograman, Inilah Devan Daniel, Siswa ‘Gifted’ Asal Semarang yang Kuasai Python Sejak SMP
Salah satu mahasiswa, Bagus Roni menjelaskan, Taman Toga berfungsi sebagai sarana pembelajaran tentang tanaman dan lingkungan bagi siswa TK Negeri Pedurungan. Teknologi QR Code yang berlokasi di taman tersebut adalah cara menarik minat pengunjung.
“Setiap tanaman yang ditanam dilengkapi dengan QR Code yang dapat di-scan oleh pengunjung, yang akan mengarahkan mereka ke informasi tentang nama tanaman tersebut, dan manfaatnya,” katanya.(*)
Editor: Farah Nazila





