SEMARANG, beritajateng.tv – Dua warga Jawa Tengah ditangkap di Laos lantaran kedapatan membawa narkoba. Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, menyebut pihaknya menerima kabar dari KBRI Laos bahwa ada tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap di Laos lantaran membawa paket jenis narkoba. Tiga di antaranya merupakan warga Jawa Tengah.
Hal itu Anwar sampaikan saat menghadiri Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah di Kota Semarang, Rabu, 24 Desember 2025.
“Kami menerima kabar dari KBRI, WNI yang tertangkap di Laos membawa jenis narkoba dan dua di antaranya itu adalah warga Jawa Tengah,” ujar Anwar.
BACA JUGA: Kisah Keluarga Singapura Cari Mantan ART Asal Semarang: Kerja 1994-2010, Dia Seperti Ibu Kedua
Adapun dua warga Jawa Tengah itu berasal dari Cilacap dan Kabupaten Semarang. Anwar mengungkap, warga asal Cilacap ditangkap pada Februari lalu, sementara warga asal Kabupaten Semarang ditangkap pada Desember 2025.
Ia menyebut, atas perbuatannya, kedua warga Jawa Tengah itu kini terancam hukuman mati.
“Yang pertama di Februari itu orang Cilacap dan yang kedua ini di bulan Desember ini orang Kabupaten Semarang. Jadi ada dua dari tiga WNI dan tentu ini ancamannya adalah hukuman mati ya,” sambungnya.
Modus yang jerat 3 Warga Negara Indonesia kerja di Laos
Dalam kesempatan itu, Anwar mengungkap modus yang menjerat ketiga WNI tersebut. Mereka, kata Anwar, diiming-imingi untuk bekerja di Laos. Adapun penawaran pekerjaan tersebut hanya mengambil paket.
“Sehingga ini yang perlu mungkin edukasi, kasihan masyarakat kita. Jadi modusnya adalah mengiming-imingkan kerja di Laos sana hanya untuk jasa mengambil paket saja. Mohon bantuan kepada semua anggota, stakeholder yang ada, jangan sampai terjadi lagi, mudah-mudahan ini yang terakhir,” tegasnya.
Anwar pun meminta kepada seluruh WNI, utamanya warga Jawa Tengah, untuk hati-hati jika mendapat tawaran pekerjaan. Terutama jika jenis pekerjaannya adalah mengambil barang.
BACA JUGA: Kemenko PM Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di Luar Negeri, Siap Kirim ke Jepang-Timur Tengah
“Jadi ketika sudah ada penawaran kerja untuk mengambil barang saja, hati-hati. Itu adalah jebakan dan kemungkinan besar itu narkoba. Apalagi ada iming-iming semua fasilitas; biasanya sudah kelihatan, mulai penginapan dan transportasi semuanya pemberi kerja tanggung,” ungkapnya.
Ia menyebut, tak sedikit WNI yang tergiur lantaran tawaran pekerjaan semacam itu begitu mudah, dengan fasilitas dan gaji yang besarnya tak main-main. Kasus tersebut pun menjadi perhatian pihaknya.
“Kan jadi tanda-tanya, kerja seperti itu enak sekali, cuma mengambil barang saja. Sehingga ini yang harus mungkin jadi perhatian dari kita,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





