“Bahkan kalau bisa dia model zipper system, itu ya laki-laki, perempuan, laki-laki, perempuan, mencapai 50. Kenapa tidak kuotanya misal 50 atau apa. Dan itu harus menempatkan posisi perempuan itu bukan pada posisi pelengkap,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan penguatan kapasitas perempuan tidak hanya akan dilakukan di Jawa Tengah. KPPRI berencana melakukan konsolidasi secara nasional untuk mendorong lebih banyak perempuan terlibat dan memiliki kapasitas dalam politik.
“Kita akan melakukan konsolidasi nasional untuk empower perempuan, untuk meng-encourage, kemudian juga bisa mengatur waktu bagaimana mengatur waktu di dalam politik, di dalam pekerjaan, di dalam rumah tangga, bahkan di dalam keluarga,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





