HeadlineJateng

Ketua DPRD Jateng Evaluasi 10 Tahun Ganjar: Tidak Sempurna Tapi Cekatan dan Banyak Pencapaian

×

Ketua DPRD Jateng Evaluasi 10 Tahun Ganjar: Tidak Sempurna Tapi Cekatan dan Banyak Pencapaian

Sebarkan artikel ini
evaluasi kinerja Ganjar Pranowo
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jateng Sumanto memberi evaluasi kinerja Ganjar Pranowo selama 10 tahun memimpin Jateng. Menurutnya, secara umum terjadi peningkatan sekaligus perbaikan.

Meskipun begitu, Sumanto menilai tak seluruhnya berjalan secara sempurna. Terdapat catatan penting yang mesti terselesaikan oleh Pj Gubernur pengganti Ganjar nantinya. Evaluasi kinerja Ganjar Pranowo tersebut Sumanto ungkapkan, Senin 4 September 2023.

“Pelayanannya banyak (mendapat) penghargaan dari pemerintah pusat. Bahkan tahun 2023 mendapatkan (predikat) Provinsi dengan kinerja terbaik. Mesti kan setiap pemerintahan itu tidak mungkin sempurna sesuai dengan harapan, karena ada beberapa PR yang harus dikerjakan untuk Pj Gubernur nanti.” ujar Sumanto.

BACA JUGA: Evaluasi 10 Tahun Kepemimpinan Ganjar, Pengamat Ekonomi Soroti Kemiskinan Ekstrim Hingga Industri di Jateng

Perihal kemiskinan yang menjadi catatan merah Ganjar Pranowo, Sumanto melihat adanya tren penurunan dari tahun 2013 hingga 2023. Ia menyebut, angka kemiskinan sebelum Ganjar menjabat berada pada kisaran 14 persen. Bekerja 10 tahun lamanya, kini angka itu turun menyentuh kisaran 10 persen.

“Selama kurun waktu 10 tahun kebelakang kemarin, dari yang 2013 sekitar 14 persen, sekarang sudah turun 10 persen sekian. Penurunan kemiskinan lebih besar Jateng daripada nasional. Dari 14,9 persen, penurunannya lebih banyak sini, tetapi kan kemiskinan dimana-mana pasti ada. Jakarta juga ada,” sambungnya.

Masyarakat menerima meski dengan catatan

Pembangunan yang tidak merata antar wilayah juga menjadi evaluasi Ganjar. Terkait hal ini, Sumanto turut memberikan tanggapannya. Ia menyinggung daerah selatan Jawa Tengah yang tertopang oleh sektor pariwisata. Sementara untuk daerah utara, baginya perlu penanganan khusus dari pemerintah.

“Kalau sebelah selatan pariwisata banyak. Itu salah satu yang mengungkit investor kesana lebih banyak. Kalau sebelah sini (utara) kan harus ada penanganan khusus dari pemerintah. Mungkin dari SDA dan SDM. Disana (selatan) ada Borobudur, Dieng, itu kan meningkatkan pendapatan,” sambungnya.

BACA JUGA: Evaluasi 10 Tahun Kebijakan Ganjar Selama Menjabat, Nasib Guru Honorer dan Fasilitas Sekolah Negeri Jadi Sorotan

Terkait respons masyarakat kepada Ganjar yang memimpin selama 10 tahun, antusiasme yang muncul tergolong tinggi. Pasalnya, Ganjar terbukti menjadi pemenang selama dua kali berturut-turut dalam Pilkada.

Sumanto menyebut kepemimpinan Ganjar dapat menjadi modal sebagai Capres dalam Pemilu 2024 mendatang.

“Sudah dua periode. Sudah dipilih kembali, berarti masyarakat menerima walau dengan catatan lah. Tidak sempurna lah. Kompetitif beliau, cekatan. Hampir setiap hari tidak ada waktu beliau untuk bersantai. Yang jelas setiap pengaduan masyarakat cepat. Pelayanan cepat,” terangnya.

Evaluasi kinerja Ganjar, masalah pangan perlu jadi perhatian

Sumanto menambahkan, Jawa Tengah menjadi wilayah penyangga pangan nasional kedua setelah Jawa Timur. Tak hanya sebagai lumbung padi, provinsi dengan 35 kabupaten/kota ini juga menjadi penghasil ternak kambing nomor satu.

Kemandirian pangan, menurut Sumanto, menjadi hal lain yang mesti jadi perhatian pasca lengsernya Ganjar Pranowo. Ia juga menyebut Perda inisiatif Komisi B DPRD Jateng terkait peningkatan dan pengembangan balai bertujuan mendorong Jateng sebagai lumbung pangan nasional.

“Karena kedepannya masalah pangan itu masalah serius. Masalah impor beras saja kita sekarang indent. Makanya harus terus kita upayakan bagaimana kemandirian pangan ini, karena mereka tidak segampang dulu mengimpor beras,” jelas Sumanto.

BACA JUGA: Empat Hari Jelang Lengser Ganjar Mutasi 297 Pejabat, Ini Daftarnya

Terkait keamanan, legislator PDI Perjuangan itu menyebut kondisi Jateng tergolong kondusif, khususnya menjelang Pemilu 2024 yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Namun, ia mewanti-wanti untuk terus waspada meski belum ada ancaman yang berarti di Jateng.

“Iya harus fokus, tapi saya kira aman-aman saja. Kita melakukan Pemilu dari tahun 1955 tidak terjadi apa-apa. Ini adalah kompetisi, tapi dengan aturan yang jelas, keamanan yang bagus. Saya kira lebih aman dari tahun-tahun kemarin. Tidak menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan, tetapi harus tetap kita waspadai,” pungkasnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp