DEPOK, beritajateng.tv – Meita Irianty, sosok influencer parenting dan pemilik daycare di Depok kini tak bisa berkutik usai polisi menetapkannya sebagai tersangka.
Sebelumnya, beredar CCTV yang menunjukkan Meita Irianty melakukan tindakan kekerasan kepada anak balita yang dititipkan di daycare miliknya.
Saat pemeriksaan, Meita Irianty pun tak menampik bahwa sosok yang tampak dalam CCTV itu adalah dirinya.
Kepada polisi, Meita Irianty mengungkapkan alasan ia melakukan penganiayaan terhadap dua balita tersebut.
BACA JUGA: Sosok Meita Irianty, Tersangka Penganiayaan Balita di Daycare Depok yang Vokal Kasus Kekerasan Anak
Meita mengaku kesal karena dua anak berusia dua tahun dan sembilan bulan itu berperangai nakal dan kerap menangis.
“Ada pernyataan kalau yang bersangkutan ini kesal dengan anak-anak, jadi anak yang pertama yang berusia 2 tahun menjadi yang sudah melaporkan ke kita orangtuanya itu karena ia anggap nakal begitu ya sehingga dia kesal dan melakukan kekerasan terhadap anak itu,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Arya Perdana.
Arya menambahkan, bahwa kedua korban, MK (2) dan HW masih berusia 9 bulan.
“Sehingga kekerasan juga pelaku lakukan terhadap anaknya itu jadi sementara alasannya masih itu,” kata Kombes Arya.
Selain membeberkan tentang alasan penganiayaan, Arya juga mengaku bahwa pihaknya memeriksa tiga guru yang pernah bekerja di Wensen School.
BACA JUGA: Terungkap! Daycare Depok Milik Influencer yang Viral Ternyata Tidak Berizin
Hasilnya, ketiga saksi tersebut mengakui Meita berada di lokasi kejadian. Mereka mengetahui kasus penganiayaan itu melalui rekaman CCTV.
“Nah kejadian CCTV-nya sendiri itu kan memang dari awal kita menerima ada tiga CCTV dengan waktu yang berbeda sehingga kita menduga ada korban-korban lain dari situ,” ujarnya.
Karena penganiayaan tersebut, kabarnya MK mengalami trauma. Sedangkan HW mengalami pergeseran tulang pada kakinya karena Meita. (*)




