Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Kuota Haji, Belum Pastikan Pihak Lainnya

×

KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Kuota Haji, Belum Pastikan Pihak Lainnya

Sebarkan artikel ini
kuota haji 2023 | Yaqut PKB | politik identitas
Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Dok. Media Center Haji)

JAKARTA, beritajateng.tv – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka pada kasus dugaan korupsi kuota haji.

Kasus tersebut terkait penentuan kuota serta tata kelola ibadah haji Kementerian Agama periode 2023–2024. Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, masuk daftar tersangka menurut pernyataan resmi lembaga antirasuah tersebut.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menyampaikan konfirmasi singkat kepada jurnalis. “Benar [Yaqut menjadi tersangka],” tuturnya, Jumat, 9 Januari 2026.

BACA JUGA: Soroti Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Hersubeno Arief: NU Terpojok, Kiai dan Nahdliyin Resah

Fitroh belum memaparkan detail pihak lain pada perkara kuota haji. KPK masih menjaga ruang penyidikan tetap tertutup.

Pada kesempatan lain, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, turut menyampaikan pernyataan. Ia menegaskan lembaga antirasuah telah menetapkan tersangka.

“Benar, sudah ada penetapan tersangka pada penyidikan perkara kuota haji,” ujar Budi.

Yaqut Jadi Tersangka, Begini Awal Mula Kasus Kuota Haji

KPK memulai penyidikan perkara kuota haji pada 9 Agustus 2025. Lembaga tersebut berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan RI. Tujuannya, menghitung potensi kerugian negara secara akurat. Proses audit berjalan seiring pengumpulan alat bukti.

Dua hari kemudian, KPK menyampaikan hasil penghitungan awal. Angka kerugian negara mencapai lebih Rp1 triliun. KPK juga menerapkan pencegahan bepergian ke luar negeri selama enam bulan. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kelancaran proses hukum.

Tiga nama masuk daftar pencegahan. Pertama, Yaqut Cholil Qoumas. Kemudian, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. Ia pernah bertugas sebagai staf khusus era Menag Yaqut. Nama lain ialah Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro haji Maktour.

Perkembangan lanjutan muncul pada 18 September 2025. KPK menduga keterlibatan 13 asosiasi. Sekitar 400 biro perjalanan haji juga masuk dugaan. Skema perkara menunjukkan jejaring luas pada layanan perjalanan ibadah.

BACA JUGA: KPK Panggil Rektor UIN Walisongo Semarang Terkait Kasus Kuota Haji: Selaku Sekjen Kemenag 2023