SEMARANG, beritajateng.tv – Tim kuasa hukum terdakwa Bupati Pati nonaktif Sudewo meminta majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menghadirkan sejumlah saksi tambahan yang ternilai penting untuk mengungkap fakta secara utuh dalam perkara dugaan korupsi pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati.
Permintaan tersebut ia sampaikan usai sidang lanjutan pemeriksaan enam saksi yang terdiri atas dua kepala desa. Yakni Kepala Desa Trikoyo Dasar Wibowo dan Kepala Desa Boto Jebul Lukito. Serta empat calon perangkat desa yakni Ahmad Wiroto, Suparmin, Parmin, dan Suyono.
Indra Perbawa, salah satu kuasa hukum Sudewo mengatakan, terdapat sejumlah nama yang berulang kali muncul dalam keterangan para saksi. Namun hingga kini belum Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK hadirkan.
“Itu justru kami yang minta. Ada saksi-saksi yang banyak saksi sebut, tapi enggak jaksa penuntut umum hadirkan. Nah, itu yang kami minta ke majelis untuk di hadirkan,” katanya usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu, 5 Agustus 2026.
BACA JUGA: Buka Suara Soal Sumarjiono dan Sukarjan, Sudewo: Mendukung Saat Pilkada, Tidak Ada Konteks Pengisian Perangkat Desa
Tim kuasa hukum menyebut sedikitnya dua nama yang terminta hadir sebagai saksi. Yakni Camat Jaken Tri Agung dan Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badruddin.
“Tri Agung, Camat Jaken, sama Ketua DPRD Ali Badruddin itu yang kami minta terhadirkan sebagai saksi karena jaksa sepertinya tidak menghadirkannya,” kata kuasa hukum.
Sebagai informasi, dalam sidang sebelumnya, Kepala Desa Kayen, Agus Riyanto membeberkan pernah bercerita menceritakan informasi mengenai rencana pengisian perangkat desa kepada Ali Badruddin.
Berdasarkan keterangan saksi, Ketua DPRD Pati itu kemudian meneruskan informasi tersebut kepada Sumali, Kepala Desa Srikaton, Kecamatan Kayen.
Selain itu, pada Januari 2026, Ali Badruddin mengundang Agus dan Sumali. Dalam pertemuan tersebut, Ali disebut menanyakan perkembangan atau update rencana pengisian perangkat desa.





