Feature

Lomba Mendayung Tradisional dengan Puluhan Orang, Begini Sejarah Pacu Jalur Khas Kuansing Riau

×

Lomba Mendayung Tradisional dengan Puluhan Orang, Begini Sejarah Pacu Jalur Khas Kuansing Riau

Sebarkan artikel ini
Pacu Jalur Kuansing Riau
Para peserta Pacu Jalur tengah bersama-sama mendayung perahu kayu gelondongan. (Foto: kotajalur.kuansing.go.id)

RIAU, beritajateng.tv – Berupa lomba mendayung dengan puluhan orang, inilah sejarah tradisi Pacu Jalur, sebuah perlombaan khas daerah Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Melansir dari Kompas.com, Pacu Jalur merupakan tradisi lomba mendayung menggunakan perahu kayu gelondongan atau kayu utuh tanpa sambungan.

Ajang lomba mendayung Pacu Jalur ini pesertanya ialah sebanyak 50 hingga 60 orang yang sebutannya yakni anak pacu, tergantung dari panjang perahu. Di tiap jalur, anak pacu memiliki tugasnya masing-masing.

BACA JUGA: Mengenal Numismatik, Hobi Koleksi Uang Kuno, Ada Uang Lawas dari Zaman Majapahit

Pertama, ada Tukang Concang, seorang komandan atau pemberi aba-aba. Sementara lainnya, Tukang Pinggang atau Jurumudi dan Tukang Onjai ialah yang memberi irama di bagian kemudi dengan cara menggoyang-goyang badan.

Kemudian ada Tukang Tari yang bertugas membantu Tukang Onjai dalam memberi keseimbangan agar jalur bisa teratur dan berirama. Pacu Jalur bisa dimulai ketika telah dibunyikan dentuman meriam sebanyak tiga kali.

Dentuman pertama untuk jalur menempatkan diri, dentuman kedua untuk posisi bersiap mengayuh dayung, dan dentuman ketiga untuk memulai perlombaan.

Sejarah Tradisi Pacu Jalur dari Riau

Bukan hanya sebagai event olahraga, Pacu Jalur merupakan budaya yang telah ada di Kuansing sejak lebih dari 100 tahun.

Dahulu, jalur hanya menjadi alat transportasi bagi masyarakat di sungai Kuantan Provinsi Riau. Pada zaman penjajahan Belanda, Pacu Jalur digunakan untuk merayakan hari jadi Ratu Wilhelmina.

BACA JUGA: Istri Sekda Riau Flexing, Ngakunya Tas Palsu

Setelah Indonesia merdeka, Pacu Jalur berlangsung untuk merayakan hari raya agama Islam seperti Idul Fitri.

Hingga kini, Pacu Jalur di Riau masih kerap terselenggara untuk merayakan kemerdekaan Republik Indonesia. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp