Peristiwa

Mahasiswa Unnes Gantung Diri di Kamar Kos, Tinggalkan Surat untuk Ortu dan Teman, Ini Isinya

×

Mahasiswa Unnes Gantung Diri di Kamar Kos, Tinggalkan Surat untuk Ortu dan Teman, Ini Isinya

Sebarkan artikel ini
Bunuh Diri Unnes
Surat peninggalan mahasiswa Unnes yang tewas gantung diri di kamar kos, Kamis, 3 Oktober 2024 malam. (Foto: Instagram/@portalsemarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Geger penemuan seorang mahasiswa Unnes yang tewas dengan cara bunuh diri menggunakan tali yang terikat pada kusen pintu kamar kosnya.

Korban VIS (20) ditemukan tewas pada Kamis, 3 Oktober 2024 malam, selepas Isya. Sebelum melakukan aksi tersebut, VIS meninggalkan surat wasiat untuk keluarga dan teman-temannya.

Dalam surat tersebut, VIS meminta maaf kepada orang tua dan teman-temannya. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas cinta dan bantuan yang mereka berikan selama hidupnya.

Namun, VIS juga mengungkapkan perasaannya sebagai “produk gagal” yang merasa tidak layak mendapatkan simpati atau tangisan dari orang-orang terdekatnya. VIS merasa bahwa kematiannya akan menghilangkan sumber masalah bagi mereka.

Berikut ini isi lengkap surat peninggalannya:

BACA JUGA: Pengakuan Terduga Mantan Pacar Mahasiswi Unnes yang Bunuh Diri di Mal Paragon

Isi surat mahasiswa Unnes bunuh diri di kamar kos

Buat kedua orang tuaku..yang saya cinta…terima kasih sudah mengasihiku selama 20 tahun.

Terima kasih atas cinta kalian yang sangat-sangat banyak. Saya tidak bisa membalas kasih sayang.

Untuk orang-orang baik yang mengasihiku, ya sepeerti orang-orang baik lainnya, terima kasih untuk segalanyaya, kalian terbaik.

Kudoakan yang terbaik untuk kalian semua, tak perlu ada tangisan, karena aku produk gagal yang tak layak ditangisi.

Cukup beri emas jijik dan marah aku akan senang, akhirnya sumber masalah hilang?

Tolong benci aku seumur hidu, kalau maaf bikin kalian malu.

Terlalu Setres, Bodoh, Gila.

Maafkan aku yang telah bunuh diri.

VIS.

BACA JUGA: Mahasiswinya Bunuh Diri di Mal Paragon Semarang, Begini Tanggapan Unnes

Peringatan!

Bagi siapa saja yang merasa membutuhkan bantuan atau memiliki pikiran untuk melakukan tindakan serupa, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan ahli jiwa atau psikiater.

Di Koa Semarang atau sekitar Jawa Tengah, warga bisa menghubungi RSJ Amino Gondohutomo atau RSJ Prof Dr Soerojo Magelang untuk mendapatkan bantuan.

Jangan pernah merasa sendiri. Berbagai layanan konsultasi dan bantuan kesehatan jiwa tersedia untuk membantu mencegah tindakan seperti ini. Jangan ragu mencari pertolongan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp